Respons Rekaman Suara Anies Soal Tenggat Waktu Koalisi, PKS Singgung Pilkada 2017


LIPUTANPUBLIK.ONLINE – Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin merespons, rekamanan suara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ramai diperbincangkan di media sosial soal kepastian pencalonan pada Pilkada Jakarta. Ia tak mengetahui jika rekaman suara itu bocor.

“Entah bagaimana, malah sudah tersebar kemana-mana. Sebagiannya malah dengan berbagai bumbu tidak sedap, yang tidak sesuai dengan apa yang Pak Anies harapkan dalam voice note tersebut yaitu, tidak munculnya saling berbantahan di publik,” kata Khoirudin dalam keterangannya, Jakarta, Senin (12/8/2024).

Dalam rekaman suara itu, Anies tetap memposisikan PKS sebagai teman dalam perjuangan. Juga dia menghormati apapun keputusan partai.

 

 

 

 

Respons Rekaman Suara Anies Soal Tenggat Waktu Koalisi, PKS Singgung Pilkada 2017 - 366 x 280 Pixel Banner Awasi Pilkada Serentak 2024 - www.indopos.co.id

 

Ia mengungkit, kontestasi Pilkada Jakarta 2017 silam yang rela melepas kadernya Mardani Ali Sera sebagai wagub. Kala itu, dia sudah dipasangkan dengan Sandiaga Uno diusung Gerindra.

ilustrasi pemilu
Ilustrasi pelaksanaan pemilu. Foto: dokumen LIPUTANPUBLIK.ONLINE

“Karena Pak Anies tentu masih ingat bahwa demi mencalonkan Pak Anies sebagai calon gubernur dalam Pilgub di Jakarta tahun 2017, PKS rela berkorban dengan menarik pencalonan kader utamanya yaitu, Pak Mardani Ali Sera,” tutur Khoirudin.

Bahkan Sandiaga Uno mundur dari Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi cawapres dan menyatakan bahwa Wakil Gubernur Jakarta menjadi jatah PKS. Namun, ternyata diisi kader lain.

“Ketika PKS tidak juga mendapatkan haknya itu, PKS tetap menjadi kawan Pak Anies hingga selesai Husnul Khotimah sebagai Gubernur Jakarta,” ucap Khoirudin.

“Bahkan mengusung sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 bersama NasDem dan PKB,” tambahnya.

Ia meluruskan, sesuatu yang disampaikan Anies lewat pesan suara soal pemberian tenggat waktu 40 hari hingga tanggal 4 Agustus 2024. Itu telah sesuai hasil pertemuan dia dengan elit PKS.

“Para jubir mengambil kesimpulan dari fakta bahwa menurut Presiden PKS sudah sejak 20 Juni 2024, sudah menyampaikan secara langsung ke Pak Anies,” imbuh Khoirudin.

Anies menampik pernyataan PKS perihal tenggat 40 hari tersebut. Ia terkejut karena pembicaraan itu tidak pernah dibahas dalam diskusi internal antara dirinya dan PKS.

“Sama sekali kita tidak membahas soal 40 hari dan lain-lain. Saya kaget mendengar jubir-jubir PKS di media mengatakan tenggat waktu 40 hari, deadline 4 Agustus sebagai deadline cari partai lain,” ucap Anies terpisah.

“Mengapa kaget? karena memang tidak pernah dibahas. Setahu saya tidak pernah ada deadline soal SK dari partai lain,” sambungnya. (dan)



Source link

By redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *