Tahun Baru Hijriyah 1446 H, Menag: Semangat Evaluasi Diri


LIPUTANPUBLIK.ONLINE – Tahun Baru Hijriyah didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan, Minggu (7/7/2024).

Menurut dia, hijrah bukan hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga simbol perjuangan dan pengorbanan dalam mencari ridha Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Namun dengan kesabaran dan keikhlasan, Nabi Muhammad SAW berhasil membangun masyarakat yang adil dan sejahtera di Madinah.

“Pada momen berharga ini, mari kita meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah SWT,” ujarnya.

“Mari kita jadikan semangat hijrah sebagai inspirasi untuk terus berusaha memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” imbuhnya.

Ia menuturkan, perjuangan Nabi Muhammad SAW telah menginspirasi para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan dan memajukan bangsa. Seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan berjuang keras menyemai ajaran Islam dan membangun bangsa Indonesia.

“Mereka menghadapi berbagai tantangan, namun dengan tekad yang kuat dan semangat yang tinggi, mereka berhasil membawa perubahan yang signifikan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia,” terangnya.

“Semoga Tahun Baru 1446 Hijriyah ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi kita semua,” ucapnya.

“Mari kita songsong tahun baru ini sebagai inspirasi melakukan evaluasi dan perbaikan diri,” imbuhnya.

Diketahui, berdasarkan kalender Hijriyah yang diterbitkan Kemenag, 1 Muharram jatuh pada 7 Juli 2024. Sementara Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Muharram pada 8 Juli 2024.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah (LF PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Muharram 1446 H jatuh pada Senin, 8 Juli 2024. Ikhbar itu didasarkan dari hasil rukyatul hilal yang dilakukan pada Sabtu (6/7/2024) petang di sejumlah titik masing-masing daerah. Dalam ikhbar tersebut disebutkan, tidak ada laporan atas kemunculan hilal di segala titik.

“Telah dilakukan rukyatul hilal pada Sabtu Wage, 29 Dzulhijjah 1445 H / 6 Juli 2024 M. Laporan lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal pada saat ini telah terlampir dan menunjukkan bahwa semua lokasi tidak melihat hilal,” tulis pengumuman Nomor : 045l6/LF–PBNU/VII/2024, dikeluarkan pada Sabtu (6/7/2024)

Dengan tidak adanya laporan kemunculan hilal ini, keputusan awal bulan Muharram didasarkan pada hasil istikmal. Sehingga Tahun baru Hijriyah (1 Muharram) 1446 H bertepatan pada Senin (8/7/2024).

“Awal bulan Muharram 1446 H bertepatan dengan Senin Legi 8 Juli 2024 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal (bulan sebelumnya digenapkan menjadi 30 hari),” tulis pengumuman. (nas)



Source link

By redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *