Ketua KPU Tak Minta Maaf ke Korban Kasus Asusila, Pengamat Beri Sindiran Pedas


LIPUTANPUBLIK.ONLINE – Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) Ray Rangkuti memberikan sindiran pedas terhadap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari yang terjerat kasus asusila. Sebab, yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya.

“Iya, itu kehebatan para pejabat Indonesia. Jadi kita tidak perlu lagi bertanya-tanya lagi bahwa dia minta maaf,” kata Ray melalui telepon, Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan Hasyim Asy’ari seakan menjadi cerminan karakter pejabat pemerintah Indonesia. Mengingat jarang meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya.

“Nggak. Bukan soal gengsi. Itu sudah kultur pejabat negara kita,” ujar Ray.

Para pimpinan pemangku kepentingan maupun aparatur pemerintah tak pernah mengakui ketidakberhasilannya dalam menjalankan suatu program. Malah selalu mencari pembelaan ketika mendapat kritik dan penilaian.

“Pertama, tidak pernah merasa salah. Kedua, tidak pernah merasa gagal,” kritik Ray.

“Kalau ada yang mengatakan dia salah, atau ada yang mengatakan dia gagal yang keliru itu bukan dia, yang keliru itu kita yang menilai,” tambahnya.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan, pemberhentian Ketua Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari dari jabatannya usai terbukti melakukan tindakan asusila kepada salah satu anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pemilu 2024.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy’ari selaku ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum RI terhitung putusan ini dibacakan,” ucap Ketua DKPP Heddy Lugito dalam sidang pembacaan putusan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu (KEPP) perkara Nomor 90-PKE-DKPP/V/2024 oleh (DKPP) di Kantor DKPP, Jakarta Pusat pada Rabu (3/7/2024) kemarin.

Kasus tersebut diadukan korban yang memberikan kuasa kepada Aristo Pangaribuan, Uli Pangaribuan, Abdul Toni, dkk. Pengadu mengadukan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari.

Dalam pokok aduan, teradu (Hasyim) diadukan mengutamakan kepentingan pribadi dan memberikan perlakuan khusus kepada pengadu (korban) yang bekerja sebagai anggota PPLN di salah satu negara Eropa.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim malah mengucapkan terima kasih atas keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ihwal kasus yang menjeratnya. Dia tidak mengakui perbuatannya dan meminta maaf.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DKPP yang telah membebaskan saya dari tugas-tugas berat sebagai anggota KPU yang menyelenggarakan pemilu,” imbuh Hasyim saat ditemui di Gedung KPU pada Rabu (3/7/2024). Ia hanya meminta maaf kepada awak media selama menjabat lembaga penyelenggara Pemilu tersebut. (dan)



Source link

By redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *