LIPUTANPUBLIK.ONLINE – Dua orang siswa SMKN I Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), yakni Muhamad Yusgio Awaldin dan Muhamad Haafzh Rapi Awaludin, keduanya kelas X tewas tenggelam di bekas galian pasir Desa Narimbang, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (11/5/2024) siang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN I Rangasbitung Otong Hidayat memastikan, tewasnya dua anggota Paskibra itu bukan di aliran sungai Ceberang sebagaimana diberitakan indopos.co,id, melainkan di bekas galian pasir milik seorang pengusaha.
“Anak paskibra habis pelantikan, mau balik ke sekolah ada anak perempuan yang mau bersih-bersih lihat ada air bekas galian pasir, lokasi masih 1 desa dengan sekolah, anak tersebut terpeleset dan ditolong oleh kedua almarhum, namun keduanya malah tidak bisa naik lagi mungkin karena lumpur bergerak,” terang Otong.
Apalagi, kata Otong, di lokasi itu tidak ada tanda bahaya atau peringatan apapun jika di lokasi itu ada lubang bekas galian pasir yang sangat dalam.
“Mohon bantu yang punya lahan segera memberikan tanda bahaya, dan kami sedang mengembalikan psikologi anak-anak yang benar-benar trauma, baik temen sekelasnya maupun anak anak paskibra,” cetus Otong.
Kepala Sekolah SMKN I Rangkasbitung Sukarno yang dikofiirmasi membenarkan adanya dua orang siswanya meninggal dunia tenggelam usai pelantikan anggota Paskibra
“Meninggalnya bukan karena latihan fisik Paskibra di sungai, namun usai pelantikan Paskibra. Salah satu siswi bersih-bersih ke bekas galian pasir dan terpeleset, maka dua satu siswa temannya berniat membantu namun malah ikut kecebur ke bekas galian,” ujar Sukarno kepada indopos.co.id.
Kedua jenazah kini masih berada di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk pemulasaran.” Maaf saya masih di rumah sakit untuk pemulasaran jenazah,” kata Sukarno. (yas)
