Ini Nama Bakal Cagub-Cawagub yang Diajukan PDIP jika Koalisi dengan PKB Terwujud di Jakarta dan Jatim


LIPUTANPUBLIK.ONLINE – Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga kembali memantapkan pernyataannya yang ingin mewacanakan koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk bakal calon kepala daerah di Pilkada Jakarta dan Jawa Timur. Bahkan dia mulai membuka nama-nama kader partai yang mungkin bisa diduetkan di dua provinsi tersebut.

Untuk Jakarta, ada tujuh nama yang masuk dalam radar PDIP, di antaranya; Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Djarot Syaiful Hidayat, Tri Rismaharini, Andika Perkasa, hingga Hendrar Prihadi. Terkini, nama Anies Baswedan juga turut masuk dalam radar partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

“Sebagaimana yang pernah diutarakan sudah beredar namanya, untuk Jakarta ada 7 nama yang dipersiapkan untuk pemilihan gubernur di Jakarta. Dan tujuh nama ini bisa berduet dengan PKB baik untuk posisi gubernur ataupun wakil,” kata Erika saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/7/2024).

Sedangkan untuk di Jawa Timur, ada tiga nama untuk posisi bakal calon gubernur (Cagub), yaitu Mantan Wali Kota Surabaya Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta anggota DPR yang juga tokoh dari Madura Sa’id Abdullah.

“”Kalau memang PKB ingin memajukan Anies sebagai calon gubernur Jakarta, ya kami bisa ajukan dari kader kami sebagai wakilnya. Tapi sebaliknya di Jawa Timur maka PDIP bisa ajukan tiga nama untuk di posisi cagub. Di antaranya ada nama bu Risma yang sudah dikenal masyarakat Jatim, ada Pak Pramono Anung ataupum Pak Sa’id Abdullah,” ucapnya.

Eriko pun menjelaskan, jika ternyata PKB ingin mengajukan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon gubernur Jatim, maka PDIP memiliki dua nama yang bisa dipasangkan sebagai bakal Cawagub, yaitu Achmad Fauzi yang saat ini menjabat Bupati Sumenep dan Hanindhito Himawan Pramana yang merupakan Bupati Kedriri.

“Ini baru andai-andai ya asumsi saya sendiri. Kalau memang Cak Imin ingin dimajukan PKB sebagai cagub Jatim, maka PDIP juga punya kader yang bisa mendampinginya, misalnya, ada Pak Fauzi dari Sumenep dan Mas Dhito dari Kediri,” terangnya.

Lebih lanjut, politisi PDIP asal Jakarta ini pun menerangkan kenapa PDIP dan PKB bisa berduet, karena mengingat keduanya punya potensi menang meski tidak bisa mengusung calon sendiri baik di Pilgub Jakarta maupun Pilgub Jatim. Jika kerja sama itu terwujud, PKB bisa saja mengusung cagub di Jakarta, lalu PDIP mengusung cagub di Jatim, begitupula sebaliknya.

“Duet PDIP-PKB kansnya besar menang . Tapi kami berdua tidak bisa mengajukan sendiri-sendiri. Saya tanya, PKB kurang lebih 10 kursi. Cukup enggak kalau PKB sama PDI Perjuangan? Sudah cukup ya kan. Ini asumsi dulu ya supaya kita memahami. Nah 25 kursi sudah cukup,” kata Eriko.

“Katakan kalau di Jakarta misalnya berandai-andai PKB menjadi cagubnya. Boleh enggak di Jawa Timur PDIP yang menjadi cagubnya? Boleh kan? Bukan barter, tapi itulah yang namanya kerja sama. Karena Kita tidak boleh bekerja sama itu menang-menangan, mau sendiri, katakan menerapkan ego kita sendiri, karena kita tidak bisa maju sendiri, itu yang paling utama,” pungkas Eriko menambahkan. (dil)



Source link

By redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *