{"id":8579,"date":"2026-02-28T19:07:30","date_gmt":"2026-02-28T19:07:30","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2026\/02\/28\/kenapa-bitcoin-harganya-bisa-naik-turun-drastis-ini-penjelasannya\/"},"modified":"2026-02-28T19:07:30","modified_gmt":"2026-02-28T19:07:30","slug":"kenapa-bitcoin-harganya-bisa-naik-turun-drastis-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2026\/02\/28\/kenapa-bitcoin-harganya-bisa-naik-turun-drastis-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Kenapa Bitcoin Harganya Bisa Naik Turun Drastis? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<p id=\"breadcrumbs\"><span><span><a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/\">\ud83c\udfe1<\/a><\/span> \u00bb <span><a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/category\/cryptocurrency\/\">Cryptocurrency<\/a><\/span> \u00bb <span class=\"breadcrumb_last\" aria-current=\"page\">Kenapa Bitcoin Harganya Bisa Naik Turun Drastis? Ini Penjelasannya<\/span><\/span><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p>November 2021. Bitcoin menyentuh harga Rp1 miliar per koin. Media ramai, semua orang bicara soal crypto, dan para <em>influencer<\/em> berteriak \u201cto the moon!\u201d di mana-mana.<\/p>\n<p>November 2022. Harga Bitcoin rontok ke Rp250 juta \u2014 turun 75% hanya dalam setahun. <em>Panic sell<\/em> di mana-mana, dan headline media berubah menjadi \u201cBitcoin is dead\u201d \u2014 untuk ke sekian ratus kalinya.<\/p>\n<p>Maret 2024. Bitcoin <em>rally<\/em> lagi, bahkan melewati Rp1,1 miliar. <em>Cycle<\/em> berulang.<\/p>\n<p>Kalau kamu baru masuk ke dunia crypto dan melihat grafik harga Bitcoin yang naik-turun seperti <em>roller coaster<\/em>, wajar sekali kalau kamu bingung. Kenapa harganya tidak stabil seperti emas atau mata uang biasa? Kenapa bisa turun 20% dalam sehari, lalu naik 15% keesokan harinya?<\/p>\n<p>Di artikel ini, saya akan jelaskan 7 faktor utama yang membuat harga Bitcoin bergerak seliar ini. Saya juga akan jawab pertanyaan yang sering muncul: apakah volatilitas ini normal? Dan apakah akan berkurang di masa depan?<\/p>\n<pre class=\"wp-block-verse\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/pengertian-bitcoin\/\">Apa itu Bitcoin? Ini penjelasan sederhana untuk para pemula<\/a><\/pre>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Volatilitas\"\/>Apa Itu Volatilitas?<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Sebelum masuk ke faktor-faktornya, kita perlu sepakati dulu apa yang dimaksud dengan <em>volatilitas<\/em>.<\/p>\n<p><em>Volatilitas<\/em> adalah ukuran seberapa besar dan seberapa cepat harga suatu aset berubah. <em>High volatility<\/em> berarti harga bisa <em>swing<\/em> besar dalam waktu singkat. <em>Low volatility<\/em> berarti harga relatif stabil dari hari ke hari.<\/p>\n<p>Bandingkan saja beberapa aset berikut:<\/p>\n<figure class=\"wp-block-table\">\n<table class=\"has-fixed-layout\">\n<thead>\n<tr>\n<th>Aset<\/th>\n<th>Volatilitas per Tahun<\/th>\n<th>Contoh <em>Swing<\/em><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Deposito Bank<\/td>\n<td>~0%<\/td>\n<td>Rp100 juta \u2192 Rp100 juta (stabil)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Emas<\/td>\n<td>10\u201315%<\/td>\n<td>Rp100 juta \u2192 Rp85\u2013115 juta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Saham <em>Blue-Chip<\/em><\/td>\n<td>15\u201325%<\/td>\n<td>Rp100 juta \u2192 Rp75\u2013125 juta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Saham Volatile<\/td>\n<td>30\u201350%<\/td>\n<td>Rp100 juta \u2192 Rp50\u2013150 juta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bitcoin<\/td>\n<td>60\u2013100%+<\/td>\n<td>Rp100 juta \u2192 bisa Rp0\u2013300 juta<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/figure>\n<p>Baris terakhir itu yang bikin banyak orang bergidik sekaligus tergiur. Volatilitas Bitcoin bukan sekadar tinggi \u2014 ia berada di level yang berbeda dibanding aset lain manapun.<\/p>\n<p>Secara historis, Bitcoin pernah naik dari Rp13 juta ke Rp260 juta dalam setahun (2017), lalu turun kembali ke Rp50 juta. Kemudian naik lagi dari Rp100 juta ke Rp1 miliar (2020\u20132021), lalu anjlok ke Rp250 juta. Dalam satu hari saja, naik atau turun 10\u201320% itu hal yang lumrah.<\/p>\n<p>Ini bukan <em>bug<\/em> \u2014 ini adalah konsekuensi dari beberapa faktor yang akan saya jelaskan satu per satu.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_1_Market_Cap_Bitcoin_Masih_Relatif_Kecil\"\/>Faktor #1: <em>Market Cap<\/em> Bitcoin Masih Relatif Kecil<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Ini adalah akar dari segalanya, dan sering kali tidak disadari oleh investor pemula.<\/p>\n<p><em>Market cap<\/em> Bitcoin saat ini sekitar $1,3 triliun. Angka itu memang terdengar besar. Tapi coba bandingkan dengan aset lain:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Market cap<\/em> emas: sekitar $13 triliun (10x lebih besar dari Bitcoin)<\/li>\n<li><em>Stock market<\/em> global: sekitar $100 triliun (77x lebih besar)<\/li>\n<li>Properti global: sekitar $330 triliun (254x lebih besar)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bayangkan Bitcoin seperti kolam kecil, sedangkan emas seperti samudra. Kalau kamu melempar batu ke kolam kecil, airnya akan beriak besar. Tapi batu yang sama dilempar ke samudra? Hampir tidak ada efeknya.<\/p>\n<p>Artinya: uang $1 miliar yang masuk ke Bitcoin bisa menggerakkan harga 5\u201310%. Jumlah yang sama masuk ke <em>market<\/em> emas? Hampir tidak ada pengaruhnya, karena terlalu kecil relatif terhadap total pasar.<\/p>\n<p>Ini juga yang membuat gerakan para <em>whale<\/em> \u2014 investor besar yang memegang ribuan <a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/tag\/bitcoin\/\">Bitcoin<\/a> \u2014 bisa langsung menggerakkan pasar. Data menunjukkan bahwa 1% <em>holder<\/em> teratas Bitcoin memegang sekitar 27% dari total <em>supply<\/em>. Ketika mereka beli atau jual dalam jumlah besar, harga ikut bergerak signifikan.<\/p>\n<p>Kabar baiknya: seiring <em>market cap<\/em> Bitcoin terus tumbuh, volatilitasnya akan perlahan berkurang. Tapi itu butuh waktu puluhan tahun.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_2_Supply_Terbatas_vs_Demand_yang_Fluktuatif\"\/>Faktor #2: <em>Supply<\/em> Terbatas vs <em>Demand<\/em> yang Fluktuatif<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Bitcoin dirancang dengan <em>supply<\/em> maksimum 21 juta koin \u2014 jumlah ini tidak bisa ditambah, sudah dikode langsung di protokolnya. Saat ini sekitar 19,6 juta Bitcoin sudah di-<em>mining<\/em>, dan <em>supply<\/em> baru yang masuk ke pasar hanya sekitar 900 BTC per hari.<\/p>\n<p><em>Supply<\/em> Bitcoin: dapat diprediksi, tetap, tidak berubah.<\/p>\n<p><em>Demand<\/em> Bitcoin: tidak dapat diprediksi sama sekali.<\/p>\n<p><em>Demand<\/em> dipengaruhi oleh sentimen pasar, adopsi institusi, regulasi dari pemerintah, kondisi ekonomi global, bahkan <em>tweet<\/em> dari satu orang. Ketika banyak orang ingin membeli (<em>bull market<\/em>), <em>demand<\/em> melonjak. Ketika semua orang ingin menjual (<em>bear market<\/em>), <em>demand<\/em> terjun bebas.<\/p>\n<p>Ketika <em>supply<\/em> tetap bertemu <em>demand<\/em> yang naik drastis \u2014 harga meledak. Ketika <em>demand<\/em> runtuh \u2014 harga ikut runtuh. Inilah ekonomi dasar paling sederhana, dan Bitcoin mengalaminya dalam skala ekstrem.<\/p>\n<p>Ada satu mekanisme unik yang memperparah ini: <em>halving<\/em>. Setiap empat tahun sekali, <em>reward<\/em> untuk para <em>miner<\/em> Bitcoin dipotong 50%, sehingga <em>supply<\/em> baru berkurang drastis. Secara historis, setiap <em>halving<\/em> selalu diikuti <em>bull market<\/em> besar 12\u201318 bulan kemudian:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Halving<\/em> 2012 \u2192 <em>Bull market<\/em> 2013<\/li>\n<li><em>Halving<\/em> 2016 \u2192 <em>Bull market<\/em> 2017<\/li>\n<li><em>Halving<\/em> 2020 \u2192 <em>Bull market<\/em> 2021<\/li>\n<li><em>Halving<\/em> 2024 \u2192 <em>Bull market<\/em> 2025?<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Supply shock<\/em> dari <em>halving<\/em> + <em>demand<\/em> yang tetap atau naik = harga yang bisa melompat sangat tinggi dalam waktu singkat.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_3_Trading_247_Tanpa_Circuit_Breaker\"\/>Faktor #3: <em>Trading<\/em> 24\/7 Tanpa <em>Circuit Breaker<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Pasar saham konvensional memiliki jam buka. Bursa Efek Indonesia tutup setiap hari Senin\u2013Jumat pukul 15.30, dan tidak buka di <em>weekend<\/em>. Lebih dari itu, ada mekanisme <em>circuit breaker<\/em> \u2014 ketika harga saham turun lebih dari batas tertentu, perdagangan dihentikan sementara untuk mencegah <em>panic sell<\/em> yang tidak terkendali.<\/p>\n<p>Pasar crypto? Buka 24 jam, 7 hari seminggu, 365 hari setahun. Tidak ada <em>circuit breaker<\/em>. Tidak ada <em>cooling-off period<\/em>.<\/p>\n<p>Artinya: berita buruk yang keluar Sabtu malam langsung memicu <em>panic sell<\/em> \u2014 tidak perlu menunggu Senin pagi. <em>Flash crash<\/em> bisa terjadi kapan saja tanpa ada mekanisme penghenti.<\/p>\n<p>Ada satu faktor yang memperparah ini: <em>leverage trading<\/em>. Di pasar crypto, <em>trader<\/em> bisa menggunakan <em>leverage<\/em> 10x, 50x, bahkan 100x. Dengan <em>leverage<\/em> 10x, modal Rp1 juta bisa mengontrol posisi senilai Rp10 juta. Ketika harga bergerak 5% ke arah yang salah, kerugiannya bisa 50%.<\/p>\n<p>Yang lebih berbahaya adalah efek berantainya. Ketika harga turun dan banyak posisi <em>leveraged<\/em> kena <em>liquidation<\/em>, sistem otomatis langsung menjual Bitcoin mereka \u2014 menekan harga lebih jauh, memicu <em>liquidation<\/em> lebih banyak lagi, dan seterusnya. Satu <em>flash crash<\/em> bisa menghasilkan $500 juta hingga $1 miliar <em>liquidation<\/em> dalam satu hari.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_4_Didorong_Sentimen_Bukan_Fundamental\"\/>Faktor #4: Didorong Sentimen, Bukan Fundamental<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Ini salah satu perbedaan terbesar antara Bitcoin dan saham.<\/p>\n<p>Kalau kamu membeli saham sebuah perusahaan, ada <em>fundamental<\/em> yang bisa dievaluasi: pendapatan, keuntungan, <em>price-to-earnings ratio<\/em>, dividen. Ada laporan keuangan kuartalan. Ada analis yang bisa menghitung \u201charga wajar\u201d suatu saham.<\/p>\n<p>Bitcoin tidak punya itu semua. Tidak ada pendapatan, tidak ada dividen, tidak ada laporan keuangan. Harganya sebagian besar ditentukan oleh <strong>narasi dan sentimen<\/strong>.<\/p>\n<p>Ketika narasi positif sedang kuat \u2014 \u201cBitcoin adalah emas digital\u201d, \u201clindung nilai dari inflasi\u201d, \u201cmasa depan uang\u201d \u2014 permintaan naik dan harga ikut naik. Ketika narasi negatif muncul \u2014 \u201cBitcoin hanyalah spekulasi\u201d, \u201cpemerintah akan melarang\u201d \u2014 permintaan turun dan harga anjlok.<\/p>\n<p>Beberapa contoh nyata:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tesla mengumumkan beli Bitcoin senilai $1,5 miliar (Februari 2021) \u2192 BTC naik 20% dalam satu hari<\/li>\n<li>China melarang <em>mining<\/em> crypto (Mei 2021) \u2192 BTC turun 30%<\/li>\n<li>FTX kolaps (November 2022) \u2192 BTC turun 20%<\/li>\n<li>SEC menyetujui Bitcoin ETF (Januari 2024) \u2192 BTC <em>rally<\/em> lebih dari 50%<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yang lebih ekstrem: satu <em>tweet<\/em> dari Elon Musk bisa menggerakkan harga Bitcoin 10\u201315%. Ini mencerminkan betapa pasar Bitcoin masih didominasi oleh emosi, bukan analisis. <em>FOMO<\/em> (<em>fear of missing out<\/em>) dan <em>FUD<\/em> (<em>fear, uncertainty, doubt<\/em>) adalah driver utama pergerakan harga.<\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/risiko-investasi-crypto\/\">Risiko Investasi Crypto yang Jarang Dibahas<\/a> \u2014 kalau kamu ingin tahu lebih dalam soal bagaimana sentimen ini bisa menjebak investor.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_5_Ketidakpastian_Regulasi\"\/>Faktor #5: Ketidakpastian Regulasi<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Bayangkan kamu berinvestasi di bisnis yang setiap bulannya bisa tiba-tiba dilarang oleh pemerintah. Itulah yang dirasakan oleh investor Bitcoin setiap harinya.<\/p>\n<p>Crypto masih berada di <em>grey area<\/em> di banyak negara. Tidak ada konsensus global soal bagaimana mengaturnya \u2014 setiap negara punya pendekatan berbeda, dari yang melarang penuh hingga yang merangkulnya sebagai alat pembayaran resmi.<\/p>\n<p>Ketidakpastian ini sendiri sudah menjadi sumber volatilitas. Setiap rumor regulasi \u2014 bahkan yang belum resmi \u2014 langsung memicu reaksi pasar:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>India <em>propose<\/em> larangan crypto (2021): hanya rumor saja, tapi pasar langsung panik<\/li>\n<li>China larang <em>mining<\/em> (2021): <em>hash rate<\/em> Bitcoin turun 50%, harga ikut jatuh<\/li>\n<li>BlackRock dan Fidelity dapat persetujuan Bitcoin ETF dari SEC (2024): harga <em>rally<\/em> signifikan<\/li>\n<li>Uni Eropa mengesahkan regulasi MiCA (2024): kepercayaan institusi naik<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selama belum ada kerangka regulasi yang jelas dan konsisten secara global, setiap pengumuman dari pemerintah manapun bisa mengejutkan pasar kapan saja. Volatilitas akibat faktor ini tidak akan hilang dalam waktu dekat.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_6_Faktor_Ekonomi_Makro\"\/>Faktor #6: Faktor Ekonomi Makro<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Bitcoin tidak hidup dalam gelembung. Ia dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, sama seperti aset lainnya.<\/p>\n<p>Secara historis, Bitcoin berkorelasi cukup kuat dengan pasar saham \u2014 khususnya saham teknologi. Ketika kondisi ekonomi bagus dan investor berani mengambil risiko (<em>risk-on environment<\/em>), Bitcoin cenderung naik. Ketika ada ketakutan resesi dan investor mencari keamanan (<em>risk-off environment<\/em>), Bitcoin ikut turun.<\/p>\n<p>Contoh yang paling jelas: ketika pandemi COVID-19 meledak pada Maret 2020, Bitcoin turun hampir 50% dalam sebulan \u2014 bersamaan dengan pasar saham global. Tapi kemudian stimulus ekonomi besar-besaran dari pemerintah AS memunculkan narasi \u201cBitcoin sebagai lindung nilai dari inflasi\u201d, mendorong harga <em>rally<\/em> besar selama 2020\u20132021.<\/p>\n<p>Lalu pada 2022, ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi, pasar saham turun \u2014 dan Bitcoin ikut turun lebih dari 75%, meski inflasi sedang tinggi. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin tidak selalu berperilaku sebagai <em>inflation hedge<\/em> seperti yang banyak orang bayangkan.<\/p>\n<p>Ada juga pengaruh dari nilai Dolar AS. Ketika Dolar menguat, Bitcoin cenderung melemah \u2014 dan sebaliknya. Ini karena Bitcoin mayoritas diperdagangkan dalam USD, sehingga penguatan Dolar membuat Bitcoin relatif lebih \u201cmahal\u201d bagi pembeli dari luar Amerika.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_7_Liquidity_Rendah_di_Waktu_Tertentu\"\/>Faktor #7: <em>Liquidity<\/em> Rendah di Waktu Tertentu<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p><em>Liquidity<\/em> adalah kemudahan untuk membeli atau menjual suatu aset tanpa menggerakkan harganya terlalu jauh. Pasar dengan <em>liquidity<\/em> tinggi punya banyak pembeli dan penjual, sehingga transaksi besar pun tidak terlalu mempengaruhi harga.<\/p>\n<p>Masalahnya, <em>liquidity<\/em> Bitcoin tidak konsisten sepanjang waktu.<\/p>\n<p>Di akhir pekan dan hari libur, institusi-institusi besar tidak aktif bertransaksi. Volume perdagangan bisa turun 30\u201350%, dan <em>retail trader<\/em> yang mendominasi \u2014 kelompok yang lebih rentan terhadap emosi dan keputusan impulsif. Ini adalah waktu paling mudah bagi <em>whale<\/em> untuk menggerakkan harga.<\/p>\n<p>Di <em>bear market<\/em>, volume keseluruhan turun, <em>liquidity<\/em> menipis, dan volatilitas justru semakin tinggi.<\/p>\n<p>Yang paling berbahaya adalah ketika <em>whale<\/em> melakukan penjualan besar di pasar yang <em>liquidity<\/em>-nya sedang rendah. <em>Order book<\/em> yang tipis tidak bisa menyerap tekanan jual, harga langsung terjun, memicu <em>liquidation<\/em> posisi <em>leveraged<\/em>, dan efek berantai berlanjut. Inilah resep untuk <em>flash crash<\/em>.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Volatilitas_Bitcoin_Akan_Berkurang\"\/>Apakah Volatilitas Bitcoin Akan Berkurang?<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Kabar baiknya: ya, secara perlahan.<\/p>\n<p>Data historis menunjukkan tren penurunan volatilitas Bitcoin dari waktu ke waktu. Di tahun 2013\u20132014, volatilitas tahunannya mencapai 100\u2013150%. Di 2020\u20132021, turun ke kisaran 60\u201380%. Saat ini berada di sekitar 50\u201370%.<\/p>\n<p>Faktor yang membantu mengurangi volatilitas:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Market cap<\/em> yang terus bertambah \u2192 lebih sulit digerakkan<\/li>\n<li>Adopsi institusi \u2192 <em>holder<\/em> yang lebih stabil dan tidak mudah <em>panic sell<\/em><\/li>\n<li>Infrastruktur yang lebih baik (ETF, solusi <em>custody<\/em> institusi)<\/li>\n<li>Regulasi yang semakin jelas (setidaknya di beberapa negara)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tapi harap realistis: Bitcoin tidak akan pernah sestabil emas atau Rupiah dalam waktu dekat. Volatilitasnya mungkin akan turun dari 70% ke 50%, lalu ke 30% \u2014 dalam rentang puluhan tahun. Tapi ia akan tetap jauh lebih volatile dibanding saham <em>blue-chip<\/em> atau emas.<\/p>\n<p>Perlu diingat juga: 24\/7 <em>trading<\/em> tidak akan hilang, sifat <em>sentiment-driven<\/em> akan tetap ada, dan <em>halving<\/em> akan terus terjadi setiap empat tahun. Semua itu menjaga volatilitas tetap tinggi relatif terhadap aset tradisional.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Investor_Pemula_Harus_Menyikapi_Volatilitas\"\/>Bagaimana Investor Pemula Harus Menyikapi Volatilitas?<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Sekarang bagian yang paling penting: apa yang harus kamu lakukan dengan semua informasi ini?<\/p>\n<p><strong>Mindset yang perlu dibangun:<\/strong><\/p>\n<p>Pertama, volatilitas itu normal di dunia <a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/category\/cryptocurrency\/\">crypto<\/a>. Bitcoin turun 20% dalam seminggu bukan berarti \u201ccrash\u201d \u2014 itu hal biasa yang terjadi 3\u20135 kali dalam setahun. Jangan biarkan pergerakan jangka pendek mendikte keputusan jangka panjang kamu.<\/p>\n<p>Kedua, perbesar perspektifmu. Grafik harian itu penuh \u201ckebisingan\u201d. Coba lihat grafik mingguan atau bulanan \u2014 tren jangka panjang jauh lebih jelas dari sana.<\/p>\n<p>Ketiga, volatilitas bisa menjadi peluang \u2014 kalau kamu punya strategi yang jelas dan tidak bergerak berdasarkan emosi.<\/p>\n<p><strong>Yang sebaiknya dilakukan:<\/strong><\/p>\n<p><em>Dollar Cost Averaging<\/em> (DCA) adalah strategi paling sederhana dan paling efektif untuk pemula. Caranya: beli Bitcoin dalam jumlah yang sama setiap bulan, terlepas dari kondisi harga. Kadang kamu beli di harga tinggi, kadang di harga rendah \u2014 tapi rata-rata harga belimu akan lebih seimbang dibanding mencoba menebak kapan harga di titik terendah.<\/p>\n<p>Tentukan juga <em>time horizon<\/em> yang jelas. Kalau kamu beli Bitcoin dengan ekspektasi untung dalam 1\u20133 bulan, kamu sedang berjudi \u2014 bukan berinvestasi. Idealnya, pikirkan minimal satu siklus penuh (sekitar 4 tahun).<\/p>\n<p>Yang terakhir, dan ini serius: cobalah untuk tidak mengecek harga setiap hari. Semakin sering kamu melihat angka merah, semakin besar godaan untuk <em>panic sell<\/em> di waktu yang paling buruk.<\/p>\n<p><strong>Yang sebaiknya dihindari:<\/strong><\/p>\n<p>Jangan <em>panic sell<\/em> hanya karena harga turun 20%. Itu normal. Jangan <em>all-in<\/em> hanya karena harga baru saja naik 30% \u2014 itu bisa saja puncaknya. Dan jangan pernah berinvestasi lebih dari yang sanggup kamu rugi.<\/p>\n<p>Kalau kamu ingin mulai beli Bitcoin, kamu bisa membaca panduan lengkapnya di artikel <a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/cara-beli-bitcoin-di-indodax\/\">Tutorial beli Bitcoin pertama kali di Indodax untuk pemula<\/a>. Untuk pertimbangan memilih <em>exchange<\/em>, ada juga perbandingan lengkap di artikel <a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/indodax-vs-tokocrypto-vs-pintu\/\">Indodax vs Tokocrypto vs Pintu: Mana <em>exchange<\/em> terbaik untuk pemula?<\/a><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"FAQ\"\/>FAQ<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p><strong>Apakah Bitcoin bisa turun sampai nol?<\/strong><\/p>\n<p>Secara teori memungkinkan. Secara praktis, sangat tidak mungkin. Bitcoin sudah bertahan lebih dari 15 tahun dan melewati ratusan prediksi kematian. Selama ada <em>demand<\/em> dan jaringannya tetap berjalan, harga tidak akan nol.<\/p>\n<p><strong>Kenapa harga Bitcoin bisa beda di setiap <em>exchange<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p>Karena masing-masing <em>exchange<\/em> memiliki pasar tersendiri. Perbedaan harga biasanya kurang dari 1\u20132%, dan para <em>arbitrage trader<\/em> akan menyeimbangkannya dengan cepat.<\/p>\n<p><strong>Apakah volatilitas Bitcoin berbahaya?<\/strong><\/p>\n<p>Tergantung cara kamu menggunakannya. Berbahaya jika kamu berinvestasi lebih dari yang sanggup kamu rugi, punya <em>mindset<\/em> jangka pendek, atau menggunakan <em>leverage<\/em>. Lebih aman jika kamu <em>hold<\/em> jangka panjang, diversifikasi portofolio, dan hanya menggunakan \u201cuang dingin\u201d.<\/p>\n<p><strong>Kapan waktu terbaik untuk beli Bitcoin?<\/strong><\/p>\n<p>Tidak ada yang tahu. Itulah kenapa strategi DCA lebih masuk akal dibanding mencoba <em>timing<\/em> pasar.<\/p>\n<p><strong>Apakah Bitcoin akan naik lagi setelah turun drastis?<\/strong><\/p>\n<p>Secara historis, Bitcoin selalu pulih dan mencapai <em>all-time high<\/em> baru. Tapi performa masa lalu tidak menjamin masa depan. Tidak ada yang bisa tahu dengan pasti.<\/p>\n<p><strong>Kenapa Bitcoin lebih volatile dari <em>altcoin<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p>Justru sebaliknya. Bitcoin adalah crypto yang <em>paling tidak<\/em> volatile. <em>Altcoin<\/em> jauh lebih liar \u2014 bisa <em>swing<\/em> 50\u2013200% dalam satu hari.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana cara melindungi diri dari volatilitas?<\/strong><\/p>\n<p>Empat cara paling efektif: DCA rutin, <em>hold<\/em> jangka panjang (minimal setahun), diversifikasi portofolio, dan hanya invest apa yang sanggup kamu relakan.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"\/>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"\/><\/h2>\n<p>Volatilitas Bitcoin bukan sesuatu yang akan hilang dalam waktu dekat. Ini adalah konsekuensi alami dari aset digital yang masih relatif muda, dengan <em>market cap<\/em> yang terus berkembang, adopsi yang masih berlangsung, dan pasar yang beroperasi 24\/7 tanpa rem.<\/p>\n<p>Tujuh faktor yang mendorong volatilitas ini \u2014 ukuran pasar yang masih kecil, <em>supply<\/em> tetap vs <em>demand<\/em> fluktuatif, <em>trading<\/em> tanpa henti, sifat <em>sentiment-driven<\/em>, ketidakpastian regulasi, pengaruh ekonomi makro, dan <em>liquidity<\/em> yang tidak merata \u2014 semuanya saling terkait dan memperkuat satu sama lain.<\/p>\n<p>Tapi ada satu hal yang perlu diingat: volatilitas adalah dua sisi mata uang yang sama. Itulah yang membuat Bitcoin bisa memberikan <em>return<\/em> yang tidak mungkin didapat dari deposito atau emas. Tanpa volatilitas, tidak ada peluang <em>profit<\/em> besar.<\/p>\n<p>Sebagai investor pemula, jangan takut pada volatilitas \u2014 tapi hormati dia. Pahami apa yang kamu beli, gunakan strategi yang disiplin, dan berpikirlah dalam skala tahun, bukan hari.<\/p>\n<p>Dalam jangka pendek, Bitcoin adalah mesin pemungutan suara (sentimen pasar). Dalam jangka panjang, Bitcoin adalah mesin penimbang (adopsi dan fundamental). Fokuslah pada jangka panjang.<\/p>\n<p><!-- CONTENT END 3 -->\n\t\t<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/androbuntu.com\/kenapa-bitcoin-harganya-naik-turun\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\ud83c\udfe1 \u00bb Cryptocurrency \u00bb Kenapa Bitcoin Harganya Bisa Naik Turun Drastis? Ini Penjelasannya November 2021. Bitcoin menyentuh harga Rp1 miliar per koin. Media ramai, semua orang bicara soal crypto, dan para influencer berteriak \u201cto the moon!\u201d di mana-mana. November 2022. Harga Bitcoin rontok ke Rp250 juta \u2014 turun 75% hanya dalam setahun. Panic sell di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8580,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-8579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-technology"],"relative_dates":{"created":"8 months ago","modified":"8 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8579"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8579\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}