{"id":6082,"date":"2024-08-09T01:34:02","date_gmt":"2024-08-09T01:34:02","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/08\/09\/liga-1-perlu-berlakukan-aturan-pemain-asing-ini-sebabnya\/"},"modified":"2024-08-09T01:34:02","modified_gmt":"2024-08-09T01:34:02","slug":"liga-1-perlu-berlakukan-aturan-pemain-asing-ini-sebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/08\/09\/liga-1-perlu-berlakukan-aturan-pemain-asing-ini-sebabnya\/","title":{"rendered":"Liga 1 Perlu Berlakukan Aturan Pemain Asing, Ini Sebabnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Founder Football Institute Budi Setiawan mengkritik keras, keberadaan pemain asing \u201ckaleng-kaleng\u201d di Liga 1 karena tidak diberlakukannya minute of played yang sudah dibuat sejak Indonesian Super League (ISL) 2008\/2009. Kompetisi tersebut seakan menjadi tempat sampah pemain asing.<\/p>\n<p>\u201cDulu, pemain asing yang bermain di ISL itu berkualitas, karena adanya aturan minute of played yang ditetapkan pada musim kompetisi 2008\/2009. Kini, aturan itu sudah tidak diberlakukan sehingga pemain asing kaleng-kaleng bisa bermain di Liga 1,\u201d kata Budi Setiawan di Jakarta, Kamis (8\/8\/2024).<\/p>\n<p>Padahal tahun 2019 aturan minutes of played masih berlaku. Kini aturan tersebut tidak diberlakukan lagi. \u201cSaya tidak tahu sejak kapan aturan itu dihapus dan oleh siapa dihapus,\u201d ucap Budi.<\/p>\n<p>Ada dua contoh pemain asing yang tidak berkualitas yakni Aland Bernandon dan Pedro Dias. Alan Bernandon yang kini menjadi penjaga gawang PSS Sleman sejak 2016 hingga 2023 total bermain 17x dengan minutes of play-nya 1.405 menit.<\/p>\n<p>Terakhir, dia bermain di Serie D Brasil dengan cascavel PR hanya bermain dua kali atau setara dengan 180 menit.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan itu, Alan harusnya tidak lolos verifikasi karena strata liga sesuai edaran PSSI yang dapat bermain di Liga 1 adalah seri A, B dan C untuk Brasil.<\/p>\n<p>\u201cSebelum pindah ke PSS Sleman dia berstatus pemain Botafogo (Serie C Brasil) namun tidak pernah bermain. Lantas, kenapa bisa diloloskan verifikasinya oleh PSSI?,\u201d tanyanya.<\/p>\n<p>Selain itu, Pedro Dias yang tercatat sebagai defender Persija Jakarta. Pedro sempat nganggur alias tidak punya klub pada musim 2023.<\/p>\n<p>Dia pernah bermain di Liga Malaysia, Singapura dan Thailand sejak 2018. Dalam 6 musim itu, dia hanya bermain sebanyak 24 kali dengan total minutes of played 1.867 menit.<\/p>\n<p>\u201cDalam 6 musim hanya bermain 24x, lebih sedikit dari total jumlah pertandingan klub liga 1 dalam 1 musim,\u201d beber Budi.<\/p>\n<p>PSSI didesak menindaklanjuti persoalan tersebut. \u201cKetua Umum PSSI Erick Thohir harus memberikan atensi dan mereview ulang aturan mengenai pemain asing ini. Sehingga keinginannya untuk meningkatkan kualitas Liga 1 bisa terwujud,\u201d imbuh Budi. <strong>(dan)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/olahraga\/2024\/08\/08\/liga-1-perlu-berlakukan-aturan-pemain-asing-ini-sebabnya\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Founder Football Institute Budi Setiawan mengkritik keras, keberadaan pemain asing \u201ckaleng-kaleng\u201d di Liga 1 karena tidak diberlakukannya minute of played yang sudah dibuat sejak Indonesian Super League (ISL) 2008\/2009. Kompetisi tersebut seakan menjadi tempat sampah pemain asing. \u201cDulu, pemain asing yang bermain di ISL itu berkualitas, karena adanya aturan minute of played yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-6082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6082"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6082\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}