{"id":5978,"date":"2024-08-07T13:37:06","date_gmt":"2024-08-07T13:37:06","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/08\/07\/pengamat-sebut-pks-target-utama-kim-plus-di-pilkada-jakarta\/"},"modified":"2024-08-07T13:37:06","modified_gmt":"2024-08-07T13:37:06","slug":"pengamat-sebut-pks-target-utama-kim-plus-di-pilkada-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/08\/07\/pengamat-sebut-pks-target-utama-kim-plus-di-pilkada-jakarta\/","title":{"rendered":"Pengamat Sebut PKS Target Utama KIM Plus di Pilkada Jakarta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Pengamat politik Ray Rangkuti menilai bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan sasaran utama untuk diundang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).<\/p>\n<p>\u201cDengan masuknya PKS, koalisi pendukung pasangan Prabowo-Gibran akan otomatis bertransformasi menjadi KIM Plus,\u201d katanya dalam keterangan yang diterima Rabu (7\/8\/2024).<\/p>\n<p>Menurut Ray, ada dua syarat utama agar KIM Plus dapat terwujud. Pertama, adanya komitmen dari partai politik lain untuk bergabung, khususnya PKS dan PKB. Tanpa keikutsertaan kedua partai tersebut, KIM Plus tidak akan terbentuk.<\/p>\n<p>\u201cPKS menjadi target utama karena jika partai ini bergabung, posisi KIM akan semakin menguat dan akan memperberat posisi kompetitor,\u201d ujarnya<\/p>\n<p>Selain itu, kata Ray, syarat kedua agar KIM Plus bisa terbentuk adalah kesediaan Ridwan Kamil untuk dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Jika mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) tersebut menolak, maka wacana KIM Plus akan otomatis berhenti.<\/p>\n<p>\u201cJika Ridwan Kamil akhirnya menyatakan tidak bersedia, rencana KIM Plus ini tentu saja akan bubar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ray menuturkan, apabila KIM Plus benar-benar terbentuk, Ray menilai bahwa PDIP dan Partai Nasdem akan dibiarkan di luar.<\/p>\n<p>\u201cDengan demikian, kedua partai tersebut akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta,\u201d tutur Ray.<\/p>\n<p>Lanjut Ray, jika PDIP dan Anies bergabung dengan Nasdem, RK masih mungkin bisa mengejar Ahok, karena selisih suara antara keduanya hanya sekitar 10-15 persen.<\/p>\n<p>\u201cSedangkan selisih dengan Anies mencapai 30 persen,\u201d ucap Ray.<\/p>\n<p>Ray menambahkan, KIM Plus tidak akan mengambil langkah untuk mengusung calon yang melawan kotak kosong dalam Pilgub DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Dia menganggap bahwa warga Jakarta akan menaruh ketidaksukaan terhadap KIM jika tidak ada calon yang maju.<\/p>\n<p>\u201cKemungkinan besar akan ada gerakan mencoblos kotak kosong. Jika Ridwan Kamil kalah melawan kotak kosong, hal tersebut akan sangat memalukan dan bisa menghambat karir politiknya,\u201d kata Ray.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, mereka akan sebisa mungkin menghindari calon yang melawan kotak kosong, dan sebisa mungkin tidak memilih Anies sebagai lawan,\u201d imbuhnya. (<strong>fer<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/megapolitan\/2024\/08\/07\/pengamat-sebut-pks-target-utama-kim-plus-di-pilkada-jakarta\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Pengamat politik Ray Rangkuti menilai bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan sasaran utama untuk diundang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). \u201cDengan masuknya PKS, koalisi pendukung pasangan Prabowo-Gibran akan otomatis bertransformasi menjadi KIM Plus,\u201d katanya dalam keterangan yang diterima Rabu (7\/8\/2024). Menurut Ray, ada dua syarat utama agar KIM Plus dapat terwujud. Pertama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5979,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}