{"id":5474,"date":"2024-07-11T04:58:02","date_gmt":"2024-07-11T04:58:02","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/11\/apresiasi-kearifan-lokal-lewat-penerjemahan-al-quran-bahasa-betawi\/"},"modified":"2024-07-11T04:58:02","modified_gmt":"2024-07-11T04:58:02","slug":"apresiasi-kearifan-lokal-lewat-penerjemahan-al-quran-bahasa-betawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/11\/apresiasi-kearifan-lokal-lewat-penerjemahan-al-quran-bahasa-betawi\/","title":{"rendered":"Apresiasi Kearifan Lokal Lewat Penerjemahan Al-Qur&#8217;an Bahasa Betawi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Program penerjemahan Al-Qur\u2019an ke dalam bahasa daerah akan terus dilakukan. Hal ini jadi bagian dari upaya Penguatan Moderasi Beragama (MB).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat, Kementerian Agama Suyitno di Jakarta, Kamis (11\/7\/2024). Ia menyebut, salah satu indikator penting dalam moderasi beragama adalah apresiasi terhadap budaya dan kearifan lokal.<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang sering mengatakannya from local to global, dari bahasa daerah kita bawa ke dunia,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dikatakan dia, pembahasan penerjemahan Al-Qur\u2019an Bahasa Betawi telah menyelesaikan 15 juz Al-Qur\u2019an dalam waktu empat bulan ini. Upaya tersebut, menurutnya, langkah penting pemerintah dalam melestarikan budaya lokal melalui pendekatan keagamaan.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa Bahasa Betawi adalah bahasa yang familiar di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan bahasa yang tepat dan sesuai sangat penting untuk memastikan tidak terjadi kesalahan saat diterbitkan.<\/p>\n<p>\u201cSelain melibatkan ahli bahasa lokal, penerjemahan Al-Qur\u2019an juga perlu memperhatikan sisi penafsiran. Tidak sekadar menerjemahkan, tetapi harus melibatkan ahli tafsir,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Program penerjemahan ini, lanjut dia, tidak hanya bertujuan untuk memperkaya khazanah budaya lokal. Tetapi juga untuk mengukuhkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami akan tercipta harmoni sosial yang lebih kuat dan saling menghormati di antara berbagai komunitas yang ada di Indonesia,\u201d katanya. <strong>(nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/11\/apresiasi-kearifan-lokal-lewat-penerjemahan-al-quran-bahasa-betawi\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Program penerjemahan Al-Qur\u2019an ke dalam bahasa daerah akan terus dilakukan. Hal ini jadi bagian dari upaya Penguatan Moderasi Beragama (MB). Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat, Kementerian Agama Suyitno di Jakarta, Kamis (11\/7\/2024). Ia menyebut, salah satu indikator penting dalam moderasi beragama adalah apresiasi terhadap budaya dan kearifan lokal. \u201cOrang-orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5474"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5474\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}