{"id":5444,"date":"2024-07-10T14:21:28","date_gmt":"2024-07-10T14:21:28","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/10\/mahasiswa-jurusan-kesehatan-berpeluang-kerja-di-luar-negeri-ini-pesan-kepala-bp2mi\/"},"modified":"2024-07-10T14:21:28","modified_gmt":"2024-07-10T14:21:28","slug":"mahasiswa-jurusan-kesehatan-berpeluang-kerja-di-luar-negeri-ini-pesan-kepala-bp2mi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/10\/mahasiswa-jurusan-kesehatan-berpeluang-kerja-di-luar-negeri-ini-pesan-kepala-bp2mi\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Jurusan Kesehatan Berpeluang Kerja di Luar Negeri, Ini Pesan Kepala BP2MI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Kesempatan bekerja di luar negeri terbuka lebar bagi siapa pun, termasuk mahasiswa yang memilih jurusan kesehatan. Seperti halnya, pekerja migran Indonesia (PMI) tersedia posisi perawat untuk penempatan ke Jerman.<\/p>\n<p>Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mendorong anak-anak bangsa tidak berpikir mendapatkan pekerjaan di dalam negeri, tapi peluang kerja di luar negeri sangat terbuka.<\/p>\n<p>\u201cHarus ada upaya-upaya kerja keras, untuk kita mempersiapkan SDM dan lembaga pendidikan tinggi itu adalah lembaga pendidikan yang menyiapkan SDM-SDM itu,\u201d kata Benny saat memeberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10\/7\/2024).<\/p>\n<p>Ia menekankan, setiap mahasiswa yang tertarik bekerja di luar negeri harus kemampuan mumpuni di bidang keilmuan masing-masing. Sehingga mampu berdaya saing secara global.<\/p>\n<p>\u201cSiapkan mereka agar memiliki kompetensi, keahlian, keterampilan di sektor pekerjaan yang nanti akan mereka pilih dan juga kemampuan berbahasa,\u201d ujar Benny.<\/p>\n<p>Ada sejumlah negera penempatan di luar negeri untuk memulai karier. Dari negara Asia hingga Eropa. Sementara khusus tenaga kesehatan baru dibuka di Jerman melalui skema Government to Government (G to G).<\/p>\n<p>\u201cTinggal kita dorong ke mana? Negara penempatan begitu banyak, sektor pekerjaan begitu terbuka, bahkan jumlahnya juga sangat banyak. Kita berkompetisi dengan negara penempatan,\u201d tutur Benny.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, keberadaan dirinya di kampus-kampus untuk memantik dialektika konstruktif kepada para mahasiswa menjalankan peran sebagai agent of change atau agen perubahan.<\/p>\n<p>\u201cPeliknya problematika yang saat ini, dihadapi Pekerja Migran Indonesia berakar pada tiga pokok permasalahan yakni sindikasi penempatan ilegal dan perdagangan orang yang sulit disentuh karena dibekingi kekuasaan,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>\u201cPraktik ijon Rente yang mencekik leher pekerja migran Indonesia, serta perlakuan tidak hormat negara kepada para pekerja migran,\u201d tambah Benny. (<strong>dan<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/10\/mahasiswa-jurusan-kesehatan-berpeluang-kerja-di-luar-negeri-ini-pesan-kepala-bp2mi\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Kesempatan bekerja di luar negeri terbuka lebar bagi siapa pun, termasuk mahasiswa yang memilih jurusan kesehatan. Seperti halnya, pekerja migran Indonesia (PMI) tersedia posisi perawat untuk penempatan ke Jerman. Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mendorong anak-anak bangsa tidak berpikir mendapatkan pekerjaan di dalam negeri, tapi peluang kerja di luar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5445,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5444"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5444\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}