{"id":5365,"date":"2024-07-10T02:59:36","date_gmt":"2024-07-10T02:59:36","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/10\/ppdb-tuai-polemik-dpr-ini-alasan-masyarakat-berebut-sekolah-favorit\/"},"modified":"2024-07-10T02:59:36","modified_gmt":"2024-07-10T02:59:36","slug":"ppdb-tuai-polemik-dpr-ini-alasan-masyarakat-berebut-sekolah-favorit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/10\/ppdb-tuai-polemik-dpr-ini-alasan-masyarakat-berebut-sekolah-favorit\/","title":{"rendered":"PPDB Tuai Polemik, DPR: Ini Alasan Masyarakat Berebut Sekolah Favorit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"269740\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Masyarakat berebut sekolah favorit dengan alasan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Juga alasan fasilitas dan sarana prasarana sekolah.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih melalui gawai, Rabu (10\/7\/2024).<\/p>\n<p>Dia menyayangkan masalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi terus berulang setiap tahun.<\/p>\n<p>\u201cKita terus jatuh di lubang yang sama berulang kali, diskusi (soal PPDB) tidak pernah berubah,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Fikri mengatakan, alih-alih pemerintah menciptakan pemerataan pendidikan yang lebih berkeadilan, malah menimbulkan sarang masalah setiap tahunnya.<\/p>\n<p>\u201cYang jadi masalah, kami belum melihat upaya pemerataan kualitas guru, misalnya guru terbaik disebar ke berbagai sekolah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, jumlah sekolah yang unggul secara sarana dan prasarananya juga terbatas, sehingga daya tampung muridnya juga sangat sedikit dibanding kebutuhannya.<\/p>\n<p>\u201cDulu (2016) ada program unit sekolah baru, sekarang sudah tidak ada lagi di Kemendikbudristek, kapan bisa terkejar kuota daya tampung murid baru?\u201d ucap Fikri.<\/p>\n<p>Sejak 7 tahun terakhir pelaksanaan PPDB sistem zonasi, menurutnya, selalu berakhir dengan banyak masalah. Hal ini membuktikan adanya kegagalan sistem.<\/p>\n<p>\u201cKalau ga efektif ya diubah (sistemnya), berarti kita tidak mampu untuk meniadakan sekolah favorit,\u201d tegas Fikri.<\/p>\n<p>Seperti diketahui sebelumnya, tujuan awal pemerintah mencetus PPDB berbasis zonasi adalah untuk meniadakan sekolah favorit atau istilah kasta dalam sistem Pendidikan, sehingga harapannya tercipta kualitas Pendidikan yang merata. <strong>(nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/10\/ppdb-tuai-polemik-dpr-ini-alasan-masyarakat-berebut-sekolah-favorit\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Masyarakat berebut sekolah favorit dengan alasan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Juga alasan fasilitas dan sarana prasarana sekolah. Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih melalui gawai, Rabu (10\/7\/2024). Dia menyayangkan masalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi terus berulang setiap tahun. \u201cKita terus jatuh di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5366,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5365"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5365\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}