{"id":5185,"date":"2024-07-08T02:01:41","date_gmt":"2024-07-08T02:01:41","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/08\/lpm-dompet-dhuafa-jelajah-cirebon-ajak-puluhan-anak-yatim-dalami-budaya-dan-religi\/"},"modified":"2024-07-08T02:01:41","modified_gmt":"2024-07-08T02:01:41","slug":"lpm-dompet-dhuafa-jelajah-cirebon-ajak-puluhan-anak-yatim-dalami-budaya-dan-religi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/08\/lpm-dompet-dhuafa-jelajah-cirebon-ajak-puluhan-anak-yatim-dalami-budaya-dan-religi\/","title":{"rendered":"LPM Dompet Dhuafa Jelajah Cirebon Ajak Puluhan Anak Yatim Dalami Budaya dan Religi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"269299\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menghadirkan kegiatan jalan-jalan bersama adik yatim bertajuk Young Travelling \u2018Bahagia Menjelajah Keragaman\u2019. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat-Sabtu, 5-6 Juli 2024 dengan mengajak 60 anak yatim Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), menjelajahi beragam destinasi wisata di Cirebon dan Purwokerto.<\/p>\n<p>Yang menarik dari perjalanan kali ini, peserta menggunakan kereta api saat berangkat dari Jakarta dan pulang ke Jakarta kembali. Destinasi yang dikunjungi antara lain: Keraton Kasepuhan Cirebon, Masjid Agung Sang Cipta Rasa sebelum ke Purwokerto.<\/p>\n<p>Kegiatan di Keraton Kasepuhan Cirebon dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa bertujuan untuk mengenalkan puluhan anak yatim mengenai sejarah Nusantara serta penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Barat hingga DKI Jakarta. Selain ilmu sejarah, anak-anak dapat mendalami religi serta budaya yang telah mengakar di Indonesia dari masa silam hingga saat ini.<\/p>\n<p>\u201cAku senang banget bisa ikut perjalanan, ini pertama kali naik kereta ke arah Jawa,\u201d ungkap Salwa salah satu peserta dari Yayasan Krukut.<\/p>\n<p>Salwa (15) merupakan peseta terpilih yang bisa mengikuti kegiatan Young Travelling kali ini. Semangatnya dalam belajar membuktikan ia pernah mengikuti olimpiade O2SN di Makassar tahun 2023. Selama berkegiatan, Ia antusias mengikuti dan mendengarkan penyampaian materi yang diinformasikan.<\/p>\n<p>Kepala LPM Dompet Dhuafa Kamaludin menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk memuliakan yatim dengan cara selain santunan.<\/p>\n<p>\u201cDi waktu libur sekolah, kegiatan ini hadir mengajak anak yatim rentang usia 12-17 tahun dalam jalan-jalan serta belajar berbagai hal mulai dari sejarah, agama, budaya dan nasionalisme,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah di hari Jumat (5\/7\/2024) ini kami berkesempatan untuk mengenalkan budaya, sejarah dan religi kepada puluhan anak yatim melalui lingkup Keraton Kasepuhan Cirebon dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa, momentum ini juga sebagai upaya kami dalam menyambut Tahun Baru Islam atau Bulan Muharam,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain berkegiatan bersama 60 anak yatim Jabodetabek, dalam rangkaian Young Travelling terdapat acara Santunan untuk Adik Yatim setempat. Sebanyak 30 anak yatim di Cirebon dan 30 anak yatim di Purwokerto mendapatkan santunan. Kegiatan santunan ini menjadi wadah silaturahmi dan menyalurkan amanah donatur dalam memuliakan anak yatim setempat. <strong>(srv)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/08\/lpm-dompet-dhuafa-jelajah-cirebon-ajak-puluhan-anak-yatim-dalami-budaya-dan-religi\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menghadirkan kegiatan jalan-jalan bersama adik yatim bertajuk Young Travelling \u2018Bahagia Menjelajah Keragaman\u2019. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat-Sabtu, 5-6 Juli 2024 dengan mengajak 60 anak yatim Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), menjelajahi beragam destinasi wisata di Cirebon dan Purwokerto. Yang menarik dari perjalanan kali ini, peserta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5185"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5185\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}