{"id":5146,"date":"2024-07-07T06:02:06","date_gmt":"2024-07-07T06:02:06","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/07\/golkar-terancam-tak-bisa-usung-airin-di-pilgub-banten-pengamat-bilang-begini\/"},"modified":"2024-07-07T06:02:06","modified_gmt":"2024-07-07T06:02:06","slug":"golkar-terancam-tak-bisa-usung-airin-di-pilgub-banten-pengamat-bilang-begini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/07\/golkar-terancam-tak-bisa-usung-airin-di-pilgub-banten-pengamat-bilang-begini\/","title":{"rendered":"Golkar Terancam Tak Bisa Usung Airin di Pilgub Banten, Pengamat Bilang Begini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"269147\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Pengamat politik Ikhsan Ahmad mengatakan, fenomena ditinggalkannya Partai Golongan Karya (Golkar) oleh sejumlah partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan Koalisi Perubahan tidak lepas dari sikap bakal calon gubernur Airin Rachmi Diany yang menolak dipasangkan dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Andra Soni.<\/p>\n<p>Selain itu, menurutnya, bersatunya KIM dan Koalisi Perubahan dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Banten diduga sebagai simbol perlawanan terhadap dinasti Atut (Ratu Atut Chosiyah, mantan Gubernur Banten) yang sudah lama berkuasa.<\/p>\n<p>\u201cKabarnya salah satu King Maker di Golkar akan merajai kembali pengelolaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan jalannya pemerintahan di Banten ke depan jika Airin terpilih sebagai gubernur,\u201d ungkap Ikhsan, dalam keterangannya, Minggu (7\/7\/2024).<\/p>\n<p>Namun demikian, lanjutnya, terlalu gegabah juga untuk mengatakan bersatunya KIM dan Kolasi Perubahan di Pilgub Banten adalah simbol perlawanan terhadap politik keluarga yang diusung Golkar.<\/p>\n<p>\u201cKarena bisa jadi hal ini disebabkan belum bertemunya sifat dan kepentingan pragmatisme antarpartai pada tujuan kepentingan yang sama antara Golkar dan partai lainnya,\u201d ucap Ikhsan.<\/p>\n<p>\u201cJadi persoalan usung mengusung lebih didominasi oleh hidden agenda para elit partai dan ekosistem rente di dalamnya,\u201d tambah pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini.<\/p>\n<p>Diketahui, bergabungnya 7 parpol di Pilgub Banten mendukung Ketua DPRD Banten Andra Soni dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Dimyati Natakusumah sebagai pasangan cagub-cawagub otomatis hanya menyisakan 3 parpol lain yang tidak mendukung yaitu Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Demokrat.<\/p>\n<p>Belakangan beredar kabar, Demokrat akan berkoalisi dengan PDIP membentuk poros baru memasangkan Rano Karno (PDIP) dengan kader Demokrat Arif Wismansyah (mantan Wali Kota Tangerang) atau Iti Octavia Jayabaya (Ketua DPD Demokrat Banten) yang juga mantan Bupati Lebak sebagai bakal calon wakil dari Rano Karno.<\/p>\n<p>\u201cJika itu yang terjadi, maka secara otomotis Airin Rachmi Diany kader Golkar tidak bisa mencalonkan diri, karena suara Golkar tidak cukup untuk mengusung Arin jika tidak ada teman koalisi,\u201d jelas Ikhsan. <strong>(yas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/politik\/2024\/07\/07\/golkar-terancam-tak-bisa-usung-airin-di-pilgub-banten-pengamat-bilang-begini\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Pengamat politik Ikhsan Ahmad mengatakan, fenomena ditinggalkannya Partai Golongan Karya (Golkar) oleh sejumlah partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan Koalisi Perubahan tidak lepas dari sikap bakal calon gubernur Airin Rachmi Diany yang menolak dipasangkan dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Andra Soni. Selain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4601,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}