{"id":5088,"date":"2024-07-06T08:18:07","date_gmt":"2024-07-06T08:18:07","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/06\/cakada-usia-di-bawah-35-tahun-cendrung-tak-dipilih-pemilih-di-pilkada-ini-alasannya\/"},"modified":"2024-07-06T08:18:07","modified_gmt":"2024-07-06T08:18:07","slug":"cakada-usia-di-bawah-35-tahun-cendrung-tak-dipilih-pemilih-di-pilkada-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/06\/cakada-usia-di-bawah-35-tahun-cendrung-tak-dipilih-pemilih-di-pilkada-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Cakada Usia di Bawah 35 Tahun Cendrung Tak Dipilih Pemilih di Pilkada, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Calon Kepala Daerah (Cakada) usia di bawah 35 tahun dianggap terlalu muda dan cenderung tak akan dipilih. Pernyataan tersebut diungkapkan Manajer Riset Sosial Populix, Nazmi Haddyat Tamara dalam keterangan, Sabtu (6\/7\/2024).<\/p>\n<p>Sementara, lanjut Nazmi, Cakada usia 35 sampai 50 tahun umumnya dinilai kategori usia muda. Dan cenderung akan dipertimbangkan untuk dipilih. Sedangkan Cakada usia 55-70 tahun dinilai termasuk kandidat dengan usia tua yang akan dipertimbangkan untuk dipilih.<\/p>\n<p>\u201cSementara usia di atas 72 tahun dinilai terlalu tua dan cenderung tidak akan dipilih,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cUsia ideal tersebut merupakan rata-rata jawaban kategori usia terlalu muda, muda ideal, tua ideal, dan terlalu tua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Pada Pilkada serentak mendatang batas usia Cakada akan merujuk pada putusan terbaru Mahkamah Agung (MA) yang mengubah ketentuan syarat calon kepala daerah dari yang berusia paling rendah 30 tahun untuk tingkat provinsi dan 25 tahun tingkat kota\/kabupaten \u201cterhitung sejak penetapan pasangan calon\u201d pada 22 September 2024 menjadi \u201cterhitung sejak pelantikan pasangan calon terpilih\u201d atau pada 1 Januari 2025.<\/p>\n<p>Lebih jauh ia mengungkapkan, dari Cakada 34,5 persen dipilih karena karakter personel, disusul latar belakang profesi 20,8 persen, jenis pakaian 14,0 persen dan gelar akademik 12,8 persen.<\/p>\n<p>\u201cPemilih pada Pilkada nanti mencari cakada yang memiliki karakter tegas dan berwibawa, dengan latar belakang sebagai politisi, sering memakai jas, serta memiliki gelar akademik sarjana,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, masih ujar dia, seorang cakada juga perlu memiliki kompetensi memahami isu lokal untuk merespons dengan tepat dan efektif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini menjawab 3 isu utama yakni lapangan pekerjaan 51 persen, kesehatan 47 persen, dan pendidikan 46 persen.<\/p>\n<p>\u201cPenguasa ketiga isu ini akan memungkinkan cakada merancang kebijakan dan program yang sesuai, serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan pembangunan lokal,\u201d ujarnya. (<strong>nas<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/06\/cakada-usia-di-bawah-35-tahun-cendrung-tak-dipilih-pemilih-di-pilkada-ini-alasannya\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Calon Kepala Daerah (Cakada) usia di bawah 35 tahun dianggap terlalu muda dan cenderung tak akan dipilih. Pernyataan tersebut diungkapkan Manajer Riset Sosial Populix, Nazmi Haddyat Tamara dalam keterangan, Sabtu (6\/7\/2024). Sementara, lanjut Nazmi, Cakada usia 35 sampai 50 tahun umumnya dinilai kategori usia muda. Dan cenderung akan dipertimbangkan untuk dipilih. Sedangkan Cakada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5089,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5088"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5088\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}