{"id":4903,"date":"2024-07-04T08:55:45","date_gmt":"2024-07-04T08:55:45","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/04\/hasyim-dipecat-dkpp-ketua-dpr-perlu-evaluasi-cari-figur-lebih-baik\/"},"modified":"2024-07-04T08:55:45","modified_gmt":"2024-07-04T08:55:45","slug":"hasyim-dipecat-dkpp-ketua-dpr-perlu-evaluasi-cari-figur-lebih-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/04\/hasyim-dipecat-dkpp-ketua-dpr-perlu-evaluasi-cari-figur-lebih-baik\/","title":{"rendered":"Hasyim Dipecat DKPP, Ketua DPR: Perlu Evaluasi Cari Figur Lebih Baik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Ketua DPR RI Puan Maharani menyayangkan Ketua KPU RI Hasyim Asy\u2019ari dipecat dari jabatannya karena kasus asusila. Puan menekankan perlunya evaluasi dalam proses pemilihan figur-figur untuk menjadi komisioner KPU RI ke depan.<\/p>\n<p>\u201cYa seharusnya tidak terjadi hal-hal seperti ini,\u201d kata Puan di Gedung MPR\/DPR\/DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4\/7\/2024).<\/p>\n<p>\u201cKita harus sama-sama evaluasi dan kita harus cari figur-figur yang mungkin lebih baik dan mekanisme yang ada juga sama-sama kita perbaiki,\u201d sambung Puan.<\/p>\n<p>Meski begitu, Puan menghormati putusan DKPP tersebut. Dia menunggu keputusan presiden (Keppres) pemberhentian Hasyim untuk nantinya ditindaklanjuti penggantiannya oleh DPR RI.<\/p>\n<p>\u201cYa kami menghormati keputusan DKPP dan nanti, setelah tujuh hari kemudian, Presiden mengeluarkan Keppres pemberhentiannya ya, DPR sesuai mekanismenya, kami proses sesuai dengan mekanisme,\u201d kata dia singkat.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, pada sidang kode etik yang berlangsung pada hari Rabu (3\/7\/2024), DKPP telah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan Hasyim sebagai Ketua KPU usai terbukti melakukan tindakan asusila kepada salah satu anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pemilu 2024.<\/p>\n<p>\u201cMenjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy\u2019ari selaku ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum RI terhitung putusan ini dibacakan,\u201d kata Ketua DKPP RI Heddy Lugito dalam sidang pembacaan putusan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu (KEPP) perkara Nomor 90-PKE-DKPP\/V\/2024 oleh (DKPP) di Kantor DKPP, Jakarta Pusat pada Rabu (3\/7\/2024).<\/p>\n<p>Selain mengabulkan pengaduan pengadu dan menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy\u2019ari, dalam putusannya, Hendy pun menjelaslan putusan ini akan diteruskan oleh putusan dari Presiden Jokowi.<\/p>\n<p>\u201cPresiden Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari setalah putusan ini dibacakan,\u201d ucap Heddy yang kemudian diikuti ketukan palu.<\/p>\n<p>Sementara, Koordinator Stafsus Presiden Ari Dwipayana telah menyampaikan pemberhentian Hasyim akan ditindaklanjuti dengan keppres yang dikeluarkan maksimal tujuh hari setelah putusan dibacakan. Saat ini pihaknya menunggu salinan putusan DKPP.<\/p>\n<p>\u201cMengenai sanksi pemberhentian tetap untuk Ketua KPU Hasyim Asy\u2019ari oleh DKPP akan ditindaklanjuti dengan penerbitan keputusan presiden,\u201d ujar Ari wartawan, Rabu (3\/7\/2024).<\/p>\n<p>\u201cDalam kurun waktu tujuh hari setelah putusan DKPP dibacakan. Saat ini, pemerintah\/Kemensetneg masih menunggu salinan putusan DKPP tersebut,\u201d lanjut Ari. <strong>(dil)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/04\/hasyim-dipecat-dkpp-ketua-dpr-perlu-evaluasi-cari-figur-lebih-baik\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Ketua DPR RI Puan Maharani menyayangkan Ketua KPU RI Hasyim Asy\u2019ari dipecat dari jabatannya karena kasus asusila. Puan menekankan perlunya evaluasi dalam proses pemilihan figur-figur untuk menjadi komisioner KPU RI ke depan. \u201cYa seharusnya tidak terjadi hal-hal seperti ini,\u201d kata Puan di Gedung MPR\/DPR\/DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4\/7\/2024). \u201cKita harus sama-sama evaluasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4904,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4903"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4903\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}