{"id":4852,"date":"2024-07-03T16:44:33","date_gmt":"2024-07-03T16:44:33","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/03\/jokowi-teken-uu-kia-ibu-cuti-melahirkan-6-bulan-suami-dampingi-3-hari\/"},"modified":"2024-07-03T16:44:33","modified_gmt":"2024-07-03T16:44:33","slug":"jokowi-teken-uu-kia-ibu-cuti-melahirkan-6-bulan-suami-dampingi-3-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/03\/jokowi-teken-uu-kia-ibu-cuti-melahirkan-6-bulan-suami-dampingi-3-hari\/","title":{"rendered":"Jokowi Teken UU KIA: Ibu Cuti Melahirkan 6 Bulan, Suami Dampingi 3 Hari"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Presiden Joko (Jokowi) meneken Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) Pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan. Ketentuan tersebut diteken Jokowi pada, Selasa (2\/7\/2024).<\/p>\n<p>Berdasar laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), UU tersebut bahwa kesejahteraan ibu dan anak perlu ditingkatkan untuk mewujudkan sumber daya manusia dan generasi penerus bangsa yang unggul di masa depan.<\/p>\n<p>Bagian kesatu Hak Ibu dalam Pasal 4, pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar, aman, bermutu, dan terjangkau pada masa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan, dan pascapersalinan yang disertai pemenuhan jaminan kesehatan.<\/p>\n<p>\u201cJaminan gizi pada masa kehamilan, persalinan, pascapersalinan sampai dengan Anak berusia 6 bulan,\u201d tulis UUKIA Pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan, Jakarta, Rabu, (3\/7\/2024).<\/p>\n<p>Selain itu, pelayanan keluarga berencana, pemenuhan kesejahteraan sosial, pendampingan dari suami, keluarga, pendamping profesional, dan\/atau pendamping lainnya pada masa kehamilan, keguguran, persalinan, dan pascapersalinan.<\/p>\n<p>\u201cSetiap Ibu yang bekerja berhak mendapatkan: cuti melahirkan dengan ketentuan. Paling singkat 3 bulan pertama dan paling lama 3 bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara waktu istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter, dokter kebidanan dan kandungan atau bidan jika mengalami keguguran.<\/p>\n<p>\u201cUntuk menjamin pemenuhan hak Ibu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf e, suami dan\/atau keluarga wajib mendampingi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Suami sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berhak mendapatkan hak cuti pendampingan istri pada: masa persalinan, selama 2 (dua) hari dan dapat diberikan paling lama 3 (tiga) hari berikutnya atau sesuai dengan kesepakatan; atau saat mengalami keguguran, selama 2 hari.<\/p>\n<p>\u201cSelain cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (2), suami diberikan waktu yang cukup untuk mendampingi istri dan\/atau Anak dengan alasan, istri yang mengalami masalah kesehatan, gangguan kesehatan, dan\/atau komplikasi pascapersalinan atau keguguran,\u201d imbuhnya.<strong> (dan)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/03\/jokowi-teken-uu-kia-ibu-cuti-melahirkan-6-bulan-suami-dampingi-3-hari\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Presiden Joko (Jokowi) meneken Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) Pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan. Ketentuan tersebut diteken Jokowi pada, Selasa (2\/7\/2024). Berdasar laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), UU tersebut bahwa kesejahteraan ibu dan anak perlu ditingkatkan untuk mewujudkan sumber daya manusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4853,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4852"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}