{"id":4836,"date":"2024-07-03T12:13:24","date_gmt":"2024-07-03T12:13:24","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/03\/soal-putusan-dkpp-praktisi-itu-pelanggaran-berat-ketua-kpu-bisa-dipidana\/"},"modified":"2024-07-03T12:13:24","modified_gmt":"2024-07-03T12:13:24","slug":"soal-putusan-dkpp-praktisi-itu-pelanggaran-berat-ketua-kpu-bisa-dipidana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/03\/soal-putusan-dkpp-praktisi-itu-pelanggaran-berat-ketua-kpu-bisa-dipidana\/","title":{"rendered":"Soal Putusan DKPP, Praktisi: Itu Pelanggaran Berat, Ketua KPU Bisa Dipidana"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"268540\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Pengamat dan praktisi hukum Ismail Rumadan mengatakan, keputusan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) terkait sanksi etik tersebut merupakan pelanggaran berat. Sehingga Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Hasyim Asy\u2019ari yang merangkap komisioner KPU bisa dijerat pidana.<\/p>\n<p>\u201cKeputusan etik ini menunjukkan pelanggaran berat. Jadi bisa saja kasus ini bisa dibawa ke ranah pidana,\u201d ujar Ismail Rumadan kepada indopos.co.id, Rabu (3\/7\/2024).<\/p>\n<p>Ia menuturkan, DKPP tidak bisa membawa pelanggaran etik Ketua KPU ke ranah pidana. Karena, mereka hanya bisa memutus terkait pelanggaran etik saja.<\/p>\n<p>\u201cPelanggaran etik ini sudah terbukti berat, kalau untuk di ranah pidana tergantung aparat penegak hukum kepolisian,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cJuga proses tersebut tergantung dari pelapor,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pada kasus tersebut terlapor bisa dikenakan pasal 281 KUHP dengan ancaman pidana 2 tahun kurungan.<\/p>\n<p>Sebelumnya, DKPP memutuskan untuk menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap terhadap Ketua KPU Hasyim Asy\u2019ari, Rabu (3\/7\/2024).<\/p>\n<p>Sanksi tersebut diberikan karena Hasyim terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) karena melakukan tindakan asusila terhadap seorang perempuan anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda.<\/p>\n<p>Ketua DKPP Heddy Lugito menegaskan bahwa seluruh dalil aduan yang disampaikan oleh pengadu atau korban dikabulkan untuk seluruhnya.<\/p>\n<p>\u201cMenjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy\u2019ari selaku ketua merangkap anggota komisioner KPU terhitung sejak putusan ini dibacakan,\u201d ujar Heddy dalam sidang, Rabu (3\/7\/2024). <strong>(nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/headline\/2024\/07\/03\/soal-putusan-dkpp-praktisi-itu-pelanggaran-berat-ketua-kpu-bisa-dipidana\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Pengamat dan praktisi hukum Ismail Rumadan mengatakan, keputusan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) terkait sanksi etik tersebut merupakan pelanggaran berat. Sehingga Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Hasyim Asy\u2019ari yang merangkap komisioner KPU bisa dijerat pidana. \u201cKeputusan etik ini menunjukkan pelanggaran berat. Jadi bisa saja kasus ini bisa dibawa ke ranah pidana,\u201d ujar Ismail [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4837,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4836\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}