{"id":4770,"date":"2024-07-02T19:13:32","date_gmt":"2024-07-02T19:13:32","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/02\/dukung-keberlanjutan-rencana-aksi-tanggulangi-ekstremisme-ini-alasan-setara-institute\/"},"modified":"2024-07-02T19:13:32","modified_gmt":"2024-07-02T19:13:32","slug":"dukung-keberlanjutan-rencana-aksi-tanggulangi-ekstremisme-ini-alasan-setara-institute","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/07\/02\/dukung-keberlanjutan-rencana-aksi-tanggulangi-ekstremisme-ini-alasan-setara-institute\/","title":{"rendered":"Dukung Keberlanjutan Rencana Aksi Tanggulangi Ekstremisme, Ini Alasan Setara Institute"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE <\/strong>\u2013 Sebagai bentuk dukungan, Setara Institute menggelar diskusi bertajuk, \u201cMenghimpun Gagasan Keberlanjutan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme Fase II\u201d di Jakarta, Selasa (2\/7\/2024).<\/p>\n<p>Diskusi yang berlangsung di sebuah hotel ini bertujuan menghimpun masukan terkait penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekatremisme (RAN PE) Fase II yang sedang disusun BNPT.<\/p>\n<p>Hadir dalam kesempatan itu Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Dionnisius Elvan Swasonno, Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani, Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan, dan Direktur Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Indonesia Dwi Rubiyanti Kholifah, serta peneliti Setara Institute Sayyidayul Insiyah yang menyampaikan pemaparan.<\/p>\n<p>Hadir pula perwakilan dari Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional\/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN\/Bappenas), dan Komnas Perempuan.<\/p>\n<p>Pun, hadir perwakilan dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU), INFID (International NGO Forum on Indonesian Development), Imparsial, Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), Yayasan Satu Keadilan, Yayasan Harmoni, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Dionnisius Elvan Swasonno mengapresiasi langkah Setara Institute menggelar diskusi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKita apresiasi apa yang dilakukan Setara Institute ini,\u201d kata Dion, panggilan akrabnya.<\/p>\n<p>Hasil diskusi tersebut, kata Dion, akan dijadikan masukan bagi BNPT dalam menyusun draf Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menggantikan Perpres No 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 (RAN PE) yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 6 Januari 2021.<\/p>\n<p>\u201cHasil diskusi ini akan kami jadikan masukan untuk membuat draf Perpres,\u201d cetusnya.<\/p>\n<p>Di RAN PE Fase II ini, kata Dion, pihaknya juga akan melibatkan semua pihak sebagaimana saat menyusun RAN PE Fase I. \u201cPrinsipnya sama dengan RAN PE Fase I,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Direktur AMAN Indonesia Dwi Rubiyanti Kholifah juga mengapresiasi langkah Setara Institute menggelar diskusi tersebut. \u201cSaya apresiasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rubiyanti juga mengapresiasi BNPT yang dalam menyusun draf Perpres RAN PE Fase II dilakukan melalui riset.<\/p>\n<p>Hanya saja, katanya, tantangan ke depan adalah bagaimana mengimplementasikan RAN PE di seluruh daerah provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara itu, dalam paparannya, peneliti Setara Institute Sayyidatul Insiyah menyatakan, pasca-diberlakulannya Perpres RAN PE, Indonesia berhasil meraih sejumlah capaian, di antaranya, aksi teror di Indonesia mengalami penurunan lebih dari 89% selama 2018-2023 berdasarkan data BNPT.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia berhasil mendapat perhatian dunia melalui \u2018zero terrorist attack\u2019 sepanjang<br \/>tahun 2023,\u201d jelas Sisi, panggilan akrabnya.<\/p>\n<p>Indonesia, lanjut Sisi, juga tercatat mengalami peningkatan ranking dalam Global Terrorism Index (GTI), yaitu berhasil menduduki ranking 31 dengan skor 3.993 di tahun 2024 dan bergeser menjadi masuk dalam kategori \u201clow impacted\u201d dari sebelumnya ranking<br \/>24 dengan skor 5.502 dengan kategori \u201cmost affected countries\u201d di tahun 2023.<\/p>\n<p>\u201cCapaian keberhasilan tersebut dikontribusi oleh hadirnya Perpres RAN PE. Untuk mempertahankan dan\/atau meningkatkan keberhasilan capaian pencegahan dan penanganan ekstremisme-radikalismemaka RAD (Dearah) PE dibutuhkan sebagai instrumen tindak lanjut RAN PE di daerah yang menjaga keberlanjutan rangkaian strategi aksi yang dilakukan oleh daerah,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, kata Sisi, Setara Institute mendukung keberlanjutan RAN PE Fase II. (<strong>ibs<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/07\/02\/dukung-keberlanjutan-rencana-aksi-tanggulangi-ekstremisme-ini-alasan-setara-institute\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Sebagai bentuk dukungan, Setara Institute menggelar diskusi bertajuk, \u201cMenghimpun Gagasan Keberlanjutan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme Fase II\u201d di Jakarta, Selasa (2\/7\/2024). Diskusi yang berlangsung di sebuah hotel ini bertujuan menghimpun masukan terkait penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekatremisme (RAN PE) Fase II yang sedang disusun BNPT. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4770"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4770\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}