{"id":4477,"date":"2024-06-29T05:05:00","date_gmt":"2024-06-29T05:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/29\/majelis-hakim-pn-cibinong-dilaporkan-ke-komisi-yudisial\/"},"modified":"2024-06-29T05:05:00","modified_gmt":"2024-06-29T05:05:00","slug":"majelis-hakim-pn-cibinong-dilaporkan-ke-komisi-yudisial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/29\/majelis-hakim-pn-cibinong-dilaporkan-ke-komisi-yudisial\/","title":{"rendered":"Majelis Hakim PN Cibinong Dilaporkan ke Komisi Yudisial"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"267845\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong (PN Cibinong) dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) atas dugaan pelanggaran kode etik pada, Jumat (28\/6\/2024). Majelis hakim yang dilaporkan mengadili perkara Nomor 284\/Pdt.G\/2023\/PN Cbi.<\/p>\n<p>Mereka dilaporkan ke KY karena diduga melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, khususnya poin 10 tentang \u2018bersikap profesional\u2019. Laporan tersebut dilakukan Lava Sembada, kuasa hukum pihak penggugat Lukita Yosuardy Ong.<\/p>\n<p>\u201cKedatangan kami ke KY hari ini dalam rangka meminta keadilan untuk klien kami, dimana sertifikat SHM milik klien kami justru dikalahkan oleh Surat Pelepasan Hak (SPH),\u201d kata Lava di Jakarta, Sabtu (29\/6\/2024).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, sengketa tanah itu bermula dari pencaplokan 16 bidang tanah seluas 3,8 hektare milik Lukita Yosuardy Ong oleh pengembang di wilayah Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Ditinjau dari kacamata hukum, SHM adalah bukti kepemilikan paling kuat atas tanah. Nyatanya, 16 bidang tanah tersebut dicaplok pengembang. Sehingga kliennya menempuh jalur hukum untuk mempertahankan tanah-tanahnya.<\/p>\n<p>Namun dalam putusannya, hakim menyebut ada SHM yang ada di tangan Lukita tidak memiliki kekuatan hukum. Hakim tidak memberi penjelasan mengapa sertifikat tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.<\/p>\n<p>Sementara, Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I dalam penjelasan tertulis tertanggal 3 Januari 2024 menyatakan bahwa 16 bidang tanah tersebut memang benar milik Lukita.<\/p>\n<p>\u201cDi sini kami curiga, menduga, ada pelanggaran kode etik dan memilih melaporkan hal ini ke KY,\u201d ucap Lava.<\/p>\n<p>Laporan tersebut telah diterima oleh pihak KY dengan nomor 0447\/VI\/2024\/P. Selanjutnya laporan akan diproses pihak KY selama 14 hari ke depan.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap KY bisa menindaklanjuti laporan kami, semoga KY bisa memberikan tindakan tegas,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Perkara sengketa tanah di PN Cibinong diputus dengan nomor putusan 284\/Pdt.G\/2023\/PN Cbi tanggal 4 Juni 2024. <strong>(dan)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/megapolitan\/2024\/06\/29\/majelis-hakim-pn-cibinong-dilaporkan-ke-komisi-yudisial\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong (PN Cibinong) dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) atas dugaan pelanggaran kode etik pada, Jumat (28\/6\/2024). Majelis hakim yang dilaporkan mengadili perkara Nomor 284\/Pdt.G\/2023\/PN Cbi. Mereka dilaporkan ke KY karena diduga melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, khususnya poin 10 tentang \u2018bersikap profesional\u2019. Laporan tersebut dilakukan Lava Sembada, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4478,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4477"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4477\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}