{"id":4354,"date":"2024-06-27T05:59:59","date_gmt":"2024-06-27T05:59:59","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/27\/bpn-kabupaten-sukabumi-kebut-tiga-program-strategis-nasional-begini-progresnya\/"},"modified":"2024-06-27T05:59:59","modified_gmt":"2024-06-27T05:59:59","slug":"bpn-kabupaten-sukabumi-kebut-tiga-program-strategis-nasional-begini-progresnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/27\/bpn-kabupaten-sukabumi-kebut-tiga-program-strategis-nasional-begini-progresnya\/","title":{"rendered":"BPN Kabupaten Sukabumi Kebut Tiga Program Strategis Nasional, Begini Progresnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Kantor Pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mempercepat penyelesaian 3 reforma agraria, yakni program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), redistribusi tanah dan program Lintas Sektor (Lintor) untuk UKM, nelayan tangkap, nelayan budi daya Ikan dan tanah wakaf.<\/p>\n<p>Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) atau BPN Kabupaten Sukabumi Agus Sutrisno menargetkan, tahun ini pihaknya akan menyelesaikan penerbitan 64.300 sertifikat yang terdiri dari program PTSL sebanyak 60 ribu bidang, redistribusi tanah 3.300 bidang, dan Lintor 1.000 bidang.<\/p>\n<p>\u201cDiharapkan tahun ini target yang diberikan kepada BPN Kabupaten Sukabumi akan tercapai meski dengan sumber daya manusia yang minim,\u201d tegas Agus Sutrisno kepada indopos.co.d, Kamis (27\/6\/2024).<\/p>\n<p>Menurutnya, dalam program PTSL sebayak 60 ribu bidang tersebar di 44 desa dalam 9 kecamatan, yakni, Kecamatan Cibadak, Cicantayan, Cicuruug, Cikembar, Jampang Tengah, Kalibunder,Parungkuda, dan Kecamatan Sagaranten.<\/p>\n<p>Sementara dalam program redistrusi tanah sebanyak 3.300 bidang yang tersebar di 8 wilayah, yaitu di Mekar Sari, Bantar Agung, Tegal Lega, Ciemas, Taman Jaya, Waluran, Mekar Jaya dan Giri Mukti.<\/p>\n<p>\u201dAda 9 wilayah tahu ini yang mendapatkan program Redis,\u201d ungkap Agus.<\/p>\n<p>Sedangkan dalam program Lintor untuk UKM (Usah Kecil Menengah) sebanyak 650 bidang tersebar di 4 kecamatan, yakni, Kecamatan Cisolok, Cikidang, Ciemas dan Kecamatan Cikakak.<\/p>\n<p>Sementara untuk nelayan tangkap sebanyak 75 bidang berada di Desa Mandra Jaya, Kecamatan Ciemas, dan untuk Nelayan Budidaya Ikan berada di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Pelabuhanratu, Kalapa Nunggal, dan Kecamatan Kabandungan.<\/p>\n<p>\u201cKalau untuk tanah wakaf dalam program Lintor sebanyak 75 bidang yang tersebar di 6 desa dalam 2 kecamatan, yakni Kecamatan Cireunghas dan Kecamatan Warung Kiara,\u201d jelas Agus.<\/p>\n<p>Progres dalam tiga progran itu sampai saat ini adalah dari terget pengukuran Peta Bidang Tanah (PBT) sekitar 4.117 hektare dengan realisasi mencapai 3.187 hektare atau setara dengan 77,43 persen dari target.<\/p>\n<p>Sedangkan target Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) 60.000 bidang, hingga semester pertama 2024 sudah dilakukan pengumpulan data yuridis (puldadis) sekitar 38.802 bidang atau 61,33 persen dari target.<\/p>\n<p>\u201cKita terus bekerja keras dan berkoordinasi dengan para pihak untuk mempercepat pemenuhan target,\u201d tegas Agus Sutrisno.<\/p>\n<p>Untuk K1 SHAT sudah selesai sebanyak 23.829 bidang tanah atau 40 persen. Program lain untuk menyelsaikan target pensertipikatan 64.300 bidang itu adalah dengan program redistribusi tanah. Tahun ini ditargetkan program redistribusi tanah bisa menerbitkan sertipikat sekitar 3.300 bidang tanah.<\/p>\n<p>Hingga saat ini dari program tersebut sudah invent dan indent sebanyak 637 bidang sementara pemetaan sudah menyelesaikan sebanyak 1.378 bidang.<\/p>\n<p>\u201cYang sudah entry berkas 597 bidang, PBT 276 bidang dan sudah diumumkan 245 bidang tanah,\u201d beber Agus.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Agus menegaskan pihaknya optimistis target tersebut akan tercapai meski dengan SDM yang minim.<\/p>\n<p>\u201cKami juga terus mendapatkan pendampingan dari Kanwil BPN Jawa Barat untuk mempercepat pencapaian target itu,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, BPN Kabupaten Sukabumi juga sukses melaksanakan kegiatan reforma agraria dalan Gerakan Sinergi Reforma Agraria (GSRA) yang dijalankan dengan kolaborasi pemerintah daerah, Great Giant Food (GGF), dan PT PLN yang dipusatkan di Kabupaten Sukabumi dan diikuti seluruh insan Kementerian ATR\/BPN di Indonesia secara daring pada Senin (22\/4\/2024) lalu dengan tema \u201cBersinergi Mewujudkan Cita-cita Reforma Agraria dalam Upaya Mengurangi Ketimpangan Pemilikan Tanah serta Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat\u201d yang dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Dalu Agung Darmawan.<\/p>\n<p>Pada kegiatan itu, Dalu Agung Darmawan didampingi para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, CEO GGF, Tommy Wattimena, perwakilan dari PT PLN, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Agus Sutrisno beserta jajaran melaksanakan rangkaian kegiatan seperti panen pisang Cavendish serta meninjau proses pengemasan pisang cavendish dan UMKM. (<strong>yas<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nusantara\/2024\/06\/27\/bpn-kabupaten-sukabumi-kebut-tiga-program-strategis-nasional-begini-progresnya\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Kantor Pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mempercepat penyelesaian 3 reforma agraria, yakni program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), redistribusi tanah dan program Lintas Sektor (Lintor) untuk UKM, nelayan tangkap, nelayan budi daya Ikan dan tanah wakaf. Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) atau BPN Kabupaten Sukabumi Agus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4355,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4354\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}