{"id":4278,"date":"2024-06-26T10:43:20","date_gmt":"2024-06-26T10:43:20","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/26\/dpr-sebut-potensi-fraud-indofarma-bikin-negara-sakit\/"},"modified":"2024-06-26T10:43:20","modified_gmt":"2024-06-26T10:43:20","slug":"dpr-sebut-potensi-fraud-indofarma-bikin-negara-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/26\/dpr-sebut-potensi-fraud-indofarma-bikin-negara-sakit\/","title":{"rendered":"DPR Sebut Potensi Fraud Indofarma Bikin Negara Sakit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"267375\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher geram dengan terjadinya penyalahgunaan wewenang keuangan di BUMN Indonesia Farma Tbk (Indofarma) yang merugikan negara Rp436,87 miliar.<\/p>\n<p>\u201cIndofarma didirikan dengan maksud menyukseskan dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia,\u201d ujar Netty melalui gawai, Rabu (26\/6\/2024).<\/p>\n<p>Dengan adanya kasus tersebut , menurutnya, bukannya membantu menyehatkan negara, justru malah membuatnya tambah sakit akibat tata kelola perusahaan yang buruk.<\/p>\n<p>\u201cKita serius ngga sih menangani kesehatan di Indonesia? Kenapa Indofarma bisa salah kelola? Bukankah negara punya komisaris di sana yang tugasnya mengawasi dan melaporkan? Kenapa salah kelola ini tidak terdeteksi sejak dini?\u201d ucap Netty.<\/p>\n<p>Apalagi, dikatakan Netty, perusahaan Indofarma ini merugi sejak 2021 lalu. \u201cSulit dibayangkan jika perusahaan farmasi milik negara yang memiliki jaringan, lab, apotek dan lain-lain bisa rugi dan kalah saing,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cApalagi di 2021 itu tahun yang masih lekat dengan Covid-19 di mana kebutuhan akan produk kesehatan meningkat drastis,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Netty mendorong penegak hukum untuk terlibat dan membongkar pelaku kecurangan (fraud) di Indofarma. \u201cKepolisian dan kejaksaan harus membongkar secara terang benderang siapa oknum yang bermain di Indofarma. Kalau perlu libatkan KPK,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cBUMN itu dibiayai oleh APBN, jangan biarkan uang keringat rakyat hanya dijadikan sarana memperkaya oknum tak bertanggung jawab,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, hasil audit BPK menemukan sejumlah masalah di manajemen Indofarma dan anak perusahaannya, PT IGM. Perusahaan milik negara yang berbisnis di bidang produksi obat dan alat kesehatan itu diketahui terjerat pinjaman online atau pinjol yang menimbulkan piutang macet.<\/p>\n<p>Selain itu, ada aktivitas mengeluarkan dana tanpa underlying transaction, hingga menggunakan kartu kredit perusahaan untuk kepentingan pribadi. <strong>(nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/06\/26\/dpr-sebut-potensi-fraud-indofarma-bikin-negara-sakit\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher geram dengan terjadinya penyalahgunaan wewenang keuangan di BUMN Indonesia Farma Tbk (Indofarma) yang merugikan negara Rp436,87 miliar. \u201cIndofarma didirikan dengan maksud menyukseskan dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia,\u201d ujar Netty melalui gawai, Rabu (26\/6\/2024). Dengan adanya kasus tersebut , menurutnya, bukannya membantu menyehatkan negara, justru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4279,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4278"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4278\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}