{"id":3940,"date":"2024-06-20T06:14:53","date_gmt":"2024-06-20T06:14:53","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/20\/kenali-pelanggaran-etika-digital-bisa-sebabkan-kesehatan-mental-anak\/"},"modified":"2024-06-20T06:14:53","modified_gmt":"2024-06-20T06:14:53","slug":"kenali-pelanggaran-etika-digital-bisa-sebabkan-kesehatan-mental-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/20\/kenali-pelanggaran-etika-digital-bisa-sebabkan-kesehatan-mental-anak\/","title":{"rendered":"Kenali, Pelanggaran Etika Digital Bisa Sebabkan Kesehatan Mental Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Faktor keamanan menjadi salah satu persoalan etika digital yang harus dipahami oleh pelajar pengguna media digital dan media sosial.<\/p>\n<p>Dosen Universitas Paramadina Jakarta Septa Dinata mengatakan, digitalisasi dan internet menciptakan efisiensi kerja manusia.<\/p>\n<p>\u201cBagi pelajar internet merupakan sumber pengetahuan yang melimpah,\u201d kata Septa Dinata dalam acara daring, Kamis (20\/6\/2024).<\/p>\n<p>Kendati demikian, dia mengingatkan, agar hati-hati terhadap disinformasi. Karena, informasi yang melimpah tidak menjamin kesahihan dan validitasnya.<\/p>\n<p>Disinformasi, lanjut dia, mengakibatkan polarisasi dan perpecahan dalam masyarakat, juga kejahatan siber. \u201cJaga dan pertahankan kepribadian dan karakter Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, selain menjadi tanggung jawab individual dan pengembangan karakter, etika digital bagi pelajar juga mampu menjaga keamanan dan privasi.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Dewi Rahayu mengatakan, memahami etika digital berarti pelajar telah melindungi diri dari ancaman online.<\/p>\n<p>\u201cEtika dan keamanan privasi di ruang digital, keduanya saling terkait dan penting untuk dipelihara agar aman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa perilaku yang melanggar etika digital, misalnya cyberbullying, pembajakan konten, dan penyebaran konten sensitif,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, pelanggaran etika digital berdampak secara psikologis, sosial, dan hukum. Pelanggaran etika digital dapat menyebabkan stres, rasa malu, dan masalah kesehatan mental.<\/p>\n<p>\u201cPelanggaran juga merusak hubungan sosial, kepercayaan dan reputasi seseorang, bahkan berujung pada konsekuensi hukum yang serius,\u201d ungkapnya.<strong> (nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/06\/20\/kenali-pelanggaran-etika-digital-bisa-sebabkan-kesehatan-mental-anak\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Faktor keamanan menjadi salah satu persoalan etika digital yang harus dipahami oleh pelajar pengguna media digital dan media sosial. Dosen Universitas Paramadina Jakarta Septa Dinata mengatakan, digitalisasi dan internet menciptakan efisiensi kerja manusia. \u201cBagi pelajar internet merupakan sumber pengetahuan yang melimpah,\u201d kata Septa Dinata dalam acara daring, Kamis (20\/6\/2024). Kendati demikian, dia mengingatkan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3940"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3940\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}