{"id":3842,"date":"2024-06-18T17:23:20","date_gmt":"2024-06-18T17:23:20","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/18\/roy-suryo-bilang-rencana-penutupan-platform-x-bisa-rugikan-netizen\/"},"modified":"2024-06-18T17:23:20","modified_gmt":"2024-06-18T17:23:20","slug":"roy-suryo-bilang-rencana-penutupan-platform-x-bisa-rugikan-netizen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/18\/roy-suryo-bilang-rencana-penutupan-platform-x-bisa-rugikan-netizen\/","title":{"rendered":"Roy Suryo Bilang Rencana Penutupan Platform X Bisa Rugikan Netizen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Penutupan Platform X\/ Twitter secara total ini sama saja dengan \u201cMencari Tikus dengan Membakar Lumbung\u201d-nya. Karena akibatnya justru akan dirasakan kurang baik bagi Netizen secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut diungkapkan Pemerhati Media Sosial yang juga Pemerhati Telematika, Multimedia, AI &amp; OCB Independen Roy Suryo kepada LIPUTANPUBLIK.ONLINE, Selasa (18\/6\/2024).<\/p>\n<p>Lebih jauh ia menuturkan, konten pornografi di media sosial sudah sangat marak dan meresahkan. Namun antisipasi pemerintah kurang tepat, bahkan terkesan serampangan.<\/p>\n<p>\u201cWajar kalau banyak yang mengecam tindakan pemerintah ini (penutupan Platform X\/ Twitter) sebagai kebijakan yang kurang bijak alias tidak cerdas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebab sebenarnya, menurut Roy, ibarat \u201cTikus di Lumbung\u201d yang perlu dicari adalah Tikusnya atau Akun pengunggah Pornografinya yang ditepis, bukan Lumbungnya yang dibakar. Apalagi sudah semenjak 5 tahun lalu, tepatnya di Akhir 2017 (28\/12\/17) Pemerintah sudah diberikan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk membeli Mesin AIs yang bisa berjalan dengan AI (Artificial Intelligence).<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya dengan AIs tidak perlu bersikap bodoh dalam mengantisipasi masalah lagi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, meskipun harus digawangi oleh 250 orang dan bekerja nonstop 24 jam. Mesin AIs tersebut dapat \u201cmengais\u201d atau melakukan Crawling terhadap konten-konten Pornografi di berbagai Platform, bahkan termasuk juga konten-konten Perjudian.<\/p>\n<p>\u201cJadi kenapa tidak dimaksimalkan penggunaannya oleh Kemkominfo?\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cSebuah pertanyaan besar yang banyak ditanyakan masyarakat terkait rencana upaya penutupan secara total Platform X\/ Twitter yang memang jauh lebih mudah, tinggal tutup, selesai itu,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Dikatakan dia, saat peluncurannya, mesin AIs diuji coba dan dalam tiga hari mampu mendeteksi sekitar 120 ribu situs porno dari Indonesia, dari total 1,2 juta alamat internet yang di-crawling. Hasil pengaisan atau crawlingan ini kemudian dirapatkan oleh Panel Forum yang dibentuk untuk ditentukan sikapnya.<\/p>\n<p>\u201cApakah situs diingatkan, di-suspend atau bahkan sampai di take down dan diambil tindakan hukum, bilamana sudah jelas melanggar Undang-undang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cJadi mekanismenya jelas dan komprehensif, tidak asal tutup secara total saja,\u201d lanjutnya. (<strong>nas<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/06\/18\/roy-suryo-bilang-rencana-penutupan-platform-x-bisa-rugikan-netizen\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Penutupan Platform X\/ Twitter secara total ini sama saja dengan \u201cMencari Tikus dengan Membakar Lumbung\u201d-nya. Karena akibatnya justru akan dirasakan kurang baik bagi Netizen secara keseluruhan. Pernyataan tersebut diungkapkan Pemerhati Media Sosial yang juga Pemerhati Telematika, Multimedia, AI &amp; OCB Independen Roy Suryo kepada LIPUTANPUBLIK.ONLINE, Selasa (18\/6\/2024). Lebih jauh ia menuturkan, konten pornografi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3842\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}