{"id":3807,"date":"2024-06-18T08:21:09","date_gmt":"2024-06-18T08:21:09","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/18\/berstandar-internasional-bahasa-indonesia-sudah-diajarkan-di-54-negara-di-dunia\/"},"modified":"2024-06-18T08:21:09","modified_gmt":"2024-06-18T08:21:09","slug":"berstandar-internasional-bahasa-indonesia-sudah-diajarkan-di-54-negara-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/18\/berstandar-internasional-bahasa-indonesia-sudah-diajarkan-di-54-negara-di-dunia\/","title":{"rendered":"Berstandar Internasional, Bahasa Indonesia Sudah Diajarkan di 54 Negara di Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Perkembangan jumlah kosakata dapat meningkatkan status bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) E. Aminudin Aziz dalam keterangan, Selasa (18\/6\/2024).<\/p>\n<p>Ia menuturkan, pengembangan tersebut melalui cakupan kosakata yang luas cenderung lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan berbagai konteks dan situasi.<\/p>\n<p>\u201cIni membuat bahasa Indonesia lebih mudah digunakan dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, dan seni,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kemudian, lanjut dia, dengan kosakata yang banyak memungkinkan penutur untuk mengekspresikan ide, konsep, dan nuansa dengan lebih tepat dan rinci. Sehingga dapat lebih baik dalam menggambarkan konsep-konsep kompleks, yang penting dalam diskusi akademis dan profesional.<\/p>\n<p>\u201cPenerimaan dan pengembangan, bahasa dengan jumlah kosakata yang banyak dapat lebih mudah diterima dan dikembangkan di berbagai komunitas,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh ia mengungkapkan, untuk mewujudkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional di 2045, pemerintah melakukan penyebaran bahasa Indonesia ke luar negeri. Bahasa Indonesia saat ini, menurutnya, sudah diajarkan di 54 negara di dunia.<\/p>\n<p>\u201cHingga 2045 nanti bahasa Indonesia dapat diajarkan di 128 perwakilan RI di 94 negara,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjut dia, minat lembaga pendidikan di luar negeri untuk membuka program bahasa Indonesia juga semakin meningkat. Pada 2023, tercatat terdapat 86 universitas di luar negeri yang memiliki program bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKampus ini di antaranya Universitas Harvard (Amerika Serikat), Universitas Al Azhar (Mesir), Universitas Viena (Austria), Universitas Sofia (Bulgaria), Universitas Notingham (Inggris), dan Universitas Negeri Moskow (Rusia),\u201d ungkapnya.<strong> (nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/06\/18\/berstandar-internasional-bahasa-indonesia-sudah-diajarkan-di-54-negara-di-dunia\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Perkembangan jumlah kosakata dapat meningkatkan status bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) E. Aminudin Aziz dalam keterangan, Selasa (18\/6\/2024). Ia menuturkan, pengembangan tersebut melalui cakupan kosakata yang luas cenderung lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan berbagai konteks dan situasi. \u201cIni membuat bahasa Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}