{"id":3673,"date":"2024-06-15T16:11:28","date_gmt":"2024-06-15T16:11:28","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/15\/tak-punah-oleh-serbuan-budaya-asing-kenalkan-pelajar-budaya-daerah\/"},"modified":"2024-06-15T16:11:28","modified_gmt":"2024-06-15T16:11:28","slug":"tak-punah-oleh-serbuan-budaya-asing-kenalkan-pelajar-budaya-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/15\/tak-punah-oleh-serbuan-budaya-asing-kenalkan-pelajar-budaya-daerah\/","title":{"rendered":"Tak Punah oleh Serbuan Budaya Asing, Kenalkan Pelajar Budaya Daerah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"265914\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Pentingnya pelestarian seni budaya daerah bagi pelajar. Agar seni dan budaya tradisional asli daerah tidak punah oleh serbuan budaya asing.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala SDS Global Mandiri Cibubur ditemui LIPUTANPUBLIK.ONLINE di sela-sela pagelaran kolosal wayang orang dengan tema \u201cKsatria Pringgondani\u201d di Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Sabtu (15\/6\/2024).<\/p>\n<p>Dengan mengenal budaya tradisional, menurut dia, anak-anak akan meresapi lekuk-lekuk nilai yang tersimpan dalam kesenian dan kebudayaan daerah yang lebih sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cInilah salah satu landasan kami melaksanakan pagelaran seni dan budaya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pagelaran kolosal ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya nasional, menyalurkan bakat dan minat siswa serta melatih kedisiplinan. Selain itu juga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, menjalin solidaritas, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.<\/p>\n<p>\u201cKsatria Pringgondani ini menceritakan kisah tokoh pewayangan legendaris dari Pulau Jawa Bernama Gatotkaca yang menunjukkan kepahlawanan dan pengorbanan demi memperjuangkan kebenaran di medan perang Kurusetra,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Diketahui, SDS Global Mandiri berkolaborasi dengan Wayang Orang Bharata dan Jakarta E\u2019 Music menggelar kolosal wayang dengan tema Ksatria Pringgondani di Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Sabtu (15\/6\/2024). Kolosal yang menceritakan kisah legendaris Gatotkaca ini melibatkan lebih dari 400 siswa dan guru.<\/p>\n<p>Ketua panitia pagelaran akbar \u201cKsatria Pringgondani\u201d, Ardi Nursodik menambahkan, pendidikan di sekolah bertujuan untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki oleh siswa, baik potensi akademik maupun potensi non-akademiknya.<\/p>\n<p>\u201cTujuan pagelaran ini tidak hanya menciptakan siswa-siswi yang unggul secara akademik, tapi juga unggul dalam bidang non-akademik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia berharap, pagelaran kolosal ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi sekolah-sekolah untuk senantiasa mengembangkan minat dan bakat siswa terutama dalam melestarikan budaya daerah agar tidak lenyap tertelan zaman.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat juga bisa meresapi keindahan warisan budaya Indonesia dengan menyaksikan pagelaran seni akbar seperti ini,\u201d ungkapnya. <strong>(nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/megapolitan\/2024\/06\/15\/tak-punah-oleh-serbuan-budaya-asing-kenalkan-pelajar-budaya-daerah\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Pentingnya pelestarian seni budaya daerah bagi pelajar. Agar seni dan budaya tradisional asli daerah tidak punah oleh serbuan budaya asing. Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala SDS Global Mandiri Cibubur ditemui LIPUTANPUBLIK.ONLINE di sela-sela pagelaran kolosal wayang orang dengan tema \u201cKsatria Pringgondani\u201d di Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Sabtu (15\/6\/2024). Dengan mengenal budaya tradisional, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}