{"id":3319,"date":"2024-06-04T09:21:16","date_gmt":"2024-06-04T09:21:16","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/04\/dpr-sahkan-27-ruu-tentang-kabupaten-kota-jadi-uu-di-sidang-paripurna\/"},"modified":"2024-06-04T09:21:16","modified_gmt":"2024-06-04T09:21:16","slug":"dpr-sahkan-27-ruu-tentang-kabupaten-kota-jadi-uu-di-sidang-paripurna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/06\/04\/dpr-sahkan-27-ruu-tentang-kabupaten-kota-jadi-uu-di-sidang-paripurna\/","title":{"rendered":"DPR Sahkan 27 RUU tentang Kabupaten\/Kota jadi UU di Sidang Paripurna"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"263768\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Sebanyak 27 Rancangan Undang-Undang tentang Kabupaten\/Kota di Aceh, di Provinsi Sumatera Utara dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah disahkan menjadi undang-undang dalam Pembicaraan Tingkat II di Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (4\/6\/2024).<\/p>\n<p>Dalam pembacaan laporannya di dalam Sidang Paripurna, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal mengatakan, dengan disahkannya 27 UU Kabupaten\/Kota menjadi undang-undang diharapkan dapat memperbaiki dan memperbaharui regulasi terkait pembentukan daerah.<\/p>\n<p>\u201cSehingga dapat menghindari konflik hukum dan administrasi yang mungkin timbul akibat dasar hukum yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini,\u201d kata Syamsurizal.<\/p>\n<p>Syamsurizal menambahkan, 27 UU Kabupaten\/Kota ini dapat menjawab perkembangan, permasalahan dan kebutuhan hukum pemerintah daerah dan masyarakatnya dalam rangka menjalankan roda pemerintahan, mendorong percepatan kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cDisetujuinya 27 UU Kabupaten\/Kota juga diharapkan membuat setiap kabupaten\/kota memiliki undang-undang pembentukannya sendiri dan sejalan dengan amanat dalam Pasal 18 ayat (1) UUD 1945,\u201d ucap Syamsurizal.<\/p>\n<p>Adapun, urgensi penyusunan 27 UU Kabupaten\/Kota berdasarkan laporan Komisi II adalah sebagai bentuk penataan kembali tentang dasar hukum pembentukan kabupaten\/kota di Indonesia yang masih berdasarkan pada UUDS Tahun 1950 yang dinyatakan tidak berlaku lagi dengan adanya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 bahwa semua Peraturan Perundang-undangan harus berdasarkan kepada UUD 1945, mengingat UU pembentukan tersebut secara konseptual sudah tidak cocok dengan konsep otonomi daerah saat ini.<\/p>\n<p>\u201cHal ini sejalan dengan amanat dalam Pasal 18 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa \u2018Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang\u2019,\u201d jelas Politisi Fraksi PPP tersebut.<\/p>\n<p>Usai pembacaan laporan dari Syamsurizal, Ketua DPR RI Puan Maharani yang memimpin jalannya sidang Paripurna langsung meminta persetujuan anggota dewan yang hadir untuk kemudian disetujui oleh seluruh anggota peserta Paripurna.<\/p>\n<p>Adapun 27 UU Kabupaten\/Kota yang disahkan meliputi daerah :<\/p>\n<p>1. Kota Banda Aceh di Aceh<br \/>2. Kabupaten Aceh Besar di Aceh<br \/>3. Kabupaten Pidie di Aceh<br \/>4. Kabupaten Aceh Tengah di Aceh<br \/>5. Kabupaten Aceh Timur di Aceh<br \/>6. Kabupaten Aceh Utara di Aceh<br \/>7. Kabupaten Aceh Barat di Aceh<br \/>8. Kabupaten Aceh Selatan di Aceh<br \/>9. Kabupaten Binjai di Provinsi Sumatera Utara<br \/>10. Kabupaten Langkat di Provinsi Sumatera Utara<br \/>11. Kabupaten Karo di Provinsi Sumatera Utara<br \/>12. Kota Medan di Provinsi Sumatera Utara<br \/>13. Kota Tebing Tinggi di Provinsi Sumatera Utara<br \/>14. Kabupaten Deli Serdang di Provinsi Sumatera Utara<br \/>15. Kota Tanjungbalai di Provinsi Sumatera Utara<br \/>16. Kabupaten Asahan di Provinsi Sumatera Utara<br \/>17. Kabupaten Labuhanbatu di Provinsi Sumatera Utara<br \/>18. Kabupaten Tapanuli Utara di Provinsi Sumatera Utara<br \/>19. Kabupaten Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara<br \/>20. Kabupaten Tapanuli Selatan di Provinsi Sumatera Utara<br \/>21. Kota Pematang Siantar di Provinsi Sumatera Utara<br \/>22. Kabupaten Simalungun di Provinsi Sumatera Utara<br \/>23. Kota Sibolga di Provinsi Sumatera Utara<br \/>24. Kabupaten Nias di Provinsi Sumatera Utara<br \/>25. Kota Pangkal Pinang di Provinsi Bangka Belitung<br \/>26. Kabupaten Bangka di Provinsi Bangka Belitung<br \/>27. Kabupaten Belitung di Provinsi Bangka Belitung. <strong>(dil)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/06\/04\/dpr-sahkan-27-ruu-tentang-kabupaten-kota-jadi-uu-di-sidang-paripurna\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Sebanyak 27 Rancangan Undang-Undang tentang Kabupaten\/Kota di Aceh, di Provinsi Sumatera Utara dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah disahkan menjadi undang-undang dalam Pembicaraan Tingkat II di Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (4\/6\/2024). Dalam pembacaan laporannya di dalam Sidang Paripurna, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal mengatakan, dengan disahkannya 27 UU Kabupaten\/Kota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}