{"id":3230,"date":"2024-05-30T02:36:18","date_gmt":"2024-05-30T02:36:18","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/30\/ternyata-wilayah-terdampak-longsor-mengerikan-di-papua-nugini-pernah-dihuni-wni\/"},"modified":"2024-05-30T02:36:18","modified_gmt":"2024-05-30T02:36:18","slug":"ternyata-wilayah-terdampak-longsor-mengerikan-di-papua-nugini-pernah-dihuni-wni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/30\/ternyata-wilayah-terdampak-longsor-mengerikan-di-papua-nugini-pernah-dihuni-wni\/","title":{"rendered":"Ternyata Wilayah Terdampak Longsor Mengerikan di Papua Nugini Pernah Dihuni WNI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan, warga Indonesia tidak ada yang menjadi korban bencana tanah longsor di Papua Nugini. Kejadian tersebut terjadi pada, Jumat (24\/5\/2024) menelan banyak korban jiwa.<\/p>\n<p>Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan, KBRI di Port Moresby telah berkoordinasi dengan ototitas setempat setelah peristiwa tersebut. Serta menghubungi komunitas Indonesia di Papua Nugini.<\/p>\n<p>\u201cHingga saat ini, tidak ada informasi adanya korban WNI dalam bencana longsor tersebut,\u201d kata Judha di Jakarta, Rabu (29\/5\/2024).<\/p>\n<p>Lokasi bencana longsor itu berada di Provinsi Enga yang terletak 600 kilometer dari Ibu Kota Port Moresby. Beruntung, tidak ada warga Indonesia yang menempati wilayah tersebut.<\/p>\n<p>\u201cDapat kami sampaikan, jumlah WNI kita di PNG tercatat 1.317 jiwa, berdasarkan database dari lapor diri tidak ada warga negara kita yang tinggal menetap di Provinsi Enga, lokasi bencana tersebut,\u201d tutur Judha.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, bahwa lokasi terdampak bencana mengerikan tersebut pernah dihuni warga Indonesia untuk bekerja. Namun, mereka telah meninggalkan tempat kerja di wilayah itu.<\/p>\n<p>\u201cSebelumnya memang pernah ada warga negara kita yang tinggal di provinsi tersebut, bekerja di satu perusahaan di sana, tapi sekarang perusahannya sudah tutup,\u201d beber Judha.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, sudah tidak tercatat lagi ada warga negara kita di sana,\u201d tambahnya. Berdasar keterangan otoritas setempat menyebutkan, sebanyak 2.000 orang tertimbun longsor. (<strong>dan<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/internasional\/2024\/05\/29\/ternyata-wilayah-terdampak-longsor-mengerikan-di-papua-nugini-pernah-dihuni-wni\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan, warga Indonesia tidak ada yang menjadi korban bencana tanah longsor di Papua Nugini. Kejadian tersebut terjadi pada, Jumat (24\/5\/2024) menelan banyak korban jiwa. Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan, KBRI di Port Moresby telah berkoordinasi dengan ototitas setempat setelah peristiwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3231,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3230"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3230\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}