{"id":3191,"date":"2024-05-27T08:54:33","date_gmt":"2024-05-27T08:54:33","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/27\/pancasila-jiwa-pemersatu-bangsa-menuju-indonesia-emas-2024-begini-kata-bpip\/"},"modified":"2024-05-27T08:54:33","modified_gmt":"2024-05-27T08:54:33","slug":"pancasila-jiwa-pemersatu-bangsa-menuju-indonesia-emas-2024-begini-kata-bpip","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/27\/pancasila-jiwa-pemersatu-bangsa-menuju-indonesia-emas-2024-begini-kata-bpip\/","title":{"rendered":"Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024, Begini Kata BPIP"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Pada tanggal 1 Juni 2024 nanti Hari Lahir Pancasila kembali diperingati. Pada tahun ini peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki tema \u201cPancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024\u201d.<\/p>\n<p>\u201cTema ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas,\u201d ungkap Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo dalam keterangan, Senin (28\/5\/2024).<\/p>\n<p>Ia mengatakan, Indonesia Emas hanya bisa tercapai melalui sinergi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat. Sinergi ini sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>Ketika Bung Karno mencetuskan ide tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila digali dari adat istiadat dan nilai-nilai asli masyarakat Indonesia. Pancasila lahir dari kehidupan rakyat Indonesia, yang dalam proses penggalian dan perenungan, Bung Karno menemukan bahwa Pancasila merupakan sarana pemersatu bangsa.<\/p>\n<p>\u201cPancasila menjadi jiwa bagi bangsa kita, dan sudah saatnya Pancasila dijadikan acuan dalam cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berelasi setiap pengambil kebijakan serta warga negara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut dia, Pancasila harus diaktualisasikan dalam karya nyata melalui proses ideologisasi, yaitu bagaimana Pancasila bisa diaplikasikan dalam pikiran dan tindakan untuk mewujudkan kesejahteraan. Bung Karno menyadari bahwa bangsa ini terdiri dari beribu-ribu suku, etnis, budaya, dan agama.<\/p>\n<p>\u201cPancasila harus menjadi alat pemersatu kehidupan bangsa ini. Dalam Pancasila, kita disatukan, meskipun memiliki keragaman. Perbedaan yang ada tidak menjadi pertentangan, melainkan memperkuat persatuan,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, cita cita bangsa hanya bisa diapresiasi dan diaktualisasikan ketika Pancasila menjadi pedoman tindakan nyata untuk kesejahteraan rakyat. \u201cKita bersyukur karena Bung Karno mampu mengkristalisasi nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi Pancasila,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cPancasila kemudian menjadi habituasi bangsa, yaitu gugus insting yang mempengaruhi cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berelasi. Pancasila menjadi kekuatan kita serta ideologi yang menyatukan kita semua,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh ia mengungkapkan, memperingati 1 Juni berarti merayakan kembali Pancasila sebagai falsafah bangsa yang mampu menggerakkan spirit bagi dinamika dan perubahan bangsa menuju kesejahteraan rakyat. Saatnya momentum 1 Juni dikembalikan Pancasila menjadi dimensi etis bagi kehidupan bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus diaktualisasikan melalui tindakan nyata dan karya yang konkret.<\/p>\n<p>Pembumian Pancasila, lanjut dia, harus menjadi gerakan bagi masyarakat, sehingga Pancasila mampu mewarnai kehidupan kita dalam kegiatan sehari-hari. Tema \u201cPancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024\u201d menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai Indonesia Emas.<\/p>\n<p>\u201cSinergi ini tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam, tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Pancasila memberikan landasan etis dan moral bagi sinergi ini, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil berpijak pada nilai-nilai kebangsaan yang luhur,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Generasi muda, masih ujar dia, memegang peranan penting dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Mereka adalah penerus bangsa yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila harus terus ditanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun informal.<\/p>\n<p>\u201cGenerasi muda harus diajak untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai kegiatan, seperti diskusi, seminar, dan aksi nyata, generasi muda dapat berperan aktif dalam mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cMereka harus menjadi agen perubahan yang membawa semangat persatuan dan kesatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan dalam setiap langkah mereka,\u201d imbuhnya. <strong>(nas)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nasional\/2024\/05\/27\/pancasila-jiwa-pemersatu-bangsa-menuju-indonesia-emas-2024-begini-kata-bpip\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Pada tanggal 1 Juni 2024 nanti Hari Lahir Pancasila kembali diperingati. Pada tahun ini peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki tema \u201cPancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024\u201d. \u201cTema ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas,\u201d ungkap Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3191\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}