{"id":2294,"date":"2024-05-11T12:32:06","date_gmt":"2024-05-11T12:32:06","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/11\/dua-anggota-paskibra-smkn-i-rangkasbitung-bukan-tewas-di-sungai-tapi-di-bekas-galian-c\/"},"modified":"2024-05-11T12:32:06","modified_gmt":"2024-05-11T12:32:06","slug":"dua-anggota-paskibra-smkn-i-rangkasbitung-bukan-tewas-di-sungai-tapi-di-bekas-galian-c","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/11\/dua-anggota-paskibra-smkn-i-rangkasbitung-bukan-tewas-di-sungai-tapi-di-bekas-galian-c\/","title":{"rendered":"Dua Anggota Paskibra SMKN I Rangkasbitung Bukan Tewas di Sungai Tapi di Bekas Galian C"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong> \u2013 Dua orang siswa SMKN I Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), yakni Muhamad Yusgio Awaldin dan Muhamad Haafzh Rapi Awaludin, keduanya kelas X tewas tenggelam di bekas galian pasir Desa Narimbang, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (11\/5\/2024) siang.<\/p>\n<p>Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN I Rangasbitung Otong Hidayat memastikan, tewasnya dua anggota Paskibra itu bukan di aliran sungai Ceberang sebagaimana diberitakan indopos.co,id, melainkan di bekas galian pasir milik seorang pengusaha.<\/p>\n<p>\u201cAnak paskibra habis pelantikan, mau balik ke sekolah ada anak perempuan yang mau bersih-bersih lihat ada air bekas galian pasir, lokasi masih 1 desa dengan sekolah, anak tersebut terpeleset dan ditolong oleh kedua almarhum, namun keduanya malah tidak bisa naik lagi mungkin karena lumpur bergerak,\u201d terang Otong.<\/p>\n<p>Apalagi, kata Otong, di lokasi itu tidak ada tanda bahaya atau peringatan apapun jika di lokasi itu ada lubang bekas galian pasir yang sangat dalam.<\/p>\n<p>\u201cMohon bantu yang punya lahan segera memberikan tanda bahaya, dan kami sedang mengembalikan psikologi anak-anak yang benar-benar trauma, baik temen sekelasnya maupun anak anak paskibra,\u201d cetus Otong.<\/p>\n<p>Kepala Sekolah SMKN I Rangkasbitung Sukarno yang dikofiirmasi membenarkan adanya dua orang siswanya meninggal dunia tenggelam usai pelantikan anggota Paskibra<\/p>\n<p>\u201cMeninggalnya bukan karena latihan fisik Paskibra di sungai, namun usai pelantikan Paskibra. Salah satu siswi bersih-bersih ke bekas galian pasir dan terpeleset, maka dua satu siswa temannya berniat membantu namun malah ikut kecebur ke bekas galian,\u201d ujar Sukarno kepada indopos.co.id.<\/p>\n<p>Kedua jenazah kini masih berada di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk pemulasaran.\u201d Maaf saya masih di rumah sakit untuk pemulasaran jenazah,\u201d kata Sukarno. (<strong>yas<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/nusantara\/2024\/05\/11\/dua-anggota-paskibra-smkn-i-rangkasbitung-bukan-tewas-di-sungai-tapi-di-bekas-galian-c\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Dua orang siswa SMKN I Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), yakni Muhamad Yusgio Awaldin dan Muhamad Haafzh Rapi Awaludin, keduanya kelas X tewas tenggelam di bekas galian pasir Desa Narimbang, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (11\/5\/2024) siang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN I Rangasbitung Otong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-2294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2294"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2294\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}