{"id":1510,"date":"2024-05-11T06:14:02","date_gmt":"2024-05-11T06:14:02","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/11\/berulang-kali-putar-video-laga-playoff-olimpiade-shin-tae-yong-keputusan-wasit-tidak-adil\/"},"modified":"2024-05-11T06:14:02","modified_gmt":"2024-05-11T06:14:02","slug":"berulang-kali-putar-video-laga-playoff-olimpiade-shin-tae-yong-keputusan-wasit-tidak-adil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/2024\/05\/11\/berulang-kali-putar-video-laga-playoff-olimpiade-shin-tae-yong-keputusan-wasit-tidak-adil\/","title":{"rendered":"Berulang Kali Putar Video Laga Playoff Olimpiade, Shin Tae-yong: Keputusan Wasit Tidak Adil"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><a data-mil=\"259431\" href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/\"><strong>LIPUTANPUBLIK.ONLINE<\/strong><\/a> \u2013 Pelatih timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong masih menyimpan kekecewannya, kepada wasit Francois Letexier yang memimpin laga Timnas Indonesia U-23 kontra Timnas Guinea U-23 pada laga playoff Olimpiade 2024 di Stade Pierre Pibarot, Prancis, Kamis (9\/5\/2024) malam WIB. Sebab, keputusan wasit merugikan Garuda Muda.<\/p>\n<p>Francois Letexier dianggap kontroversial saat mengeluarkan keputusan dalam laga krusial, untuk merebut tiket Olimpiade Paris 2024 itu. Dia memberikan hadiah dua penalti kepada Guinea U-23.<\/p>\n<p>Penalti pertama terjadi pada menit ke-29, setelah Witan Sulaeman menarik badan pemain Guinea. Padahal kejadian tersebut terjadi di luar kotak penalti. Sedangkan hadiah penalti kedua pada menit ke-72, tackle bersih Dewangga dianggap pelanggaran.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya keputusan yang tidak adil dari wasit itu, yang saya tidak bisa menerimanya,\u201d kata Shin Tae-yong setibanya dari Paris di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (11\/5\/2024).<\/p>\n<p>Ia bahkan, telah mengulang tayangan laga playoff Olimpiade 2024 itu menunjukan bahwa wasit mengambil keputusan yang keliru.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa kali saya memutar video pertandingan, tapi tetap juga ada kesalahan dari wasit itu yang sangat disayangkan,\u201d kritik pelatih asal Korea Selatan itu.<\/p>\n<p>\u201cApa yang saya rasa ini pasti juga sama dengan apa yang dirasakan fans sepak bola Indonesia,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Seluruh pemain Garuda Muda telah tampil baik ketika menghadapi Guinea. \u201cUntuk pertandingan terakhir, pemain memang benar-benar bekerja keras, sangat maksimal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Indonesia dikalahkan Guinea U-23 dengan skor 0-1. Gol kemenangan wakil Benua Afrika itu dicetak Moriba, lewat titik penalti pada menit ke-29.<\/p>\n<p>Garuda Muda tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Terminal 3), Tangerang pada sekira pukul 07.40 WIB. Para pemain hingga manajemen Garuda Muda menggunakan pesawat Qatar Airways (QR 958). <strong>(dan)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.indopos.co.id\/olahraga\/2024\/05\/11\/berulang-kali-putar-video-laga-playoff-olimpiade-shin-tae-yong-keputusan-wasit-tidak-adil\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LIPUTANPUBLIK.ONLINE \u2013 Pelatih timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong masih menyimpan kekecewannya, kepada wasit Francois Letexier yang memimpin laga Timnas Indonesia U-23 kontra Timnas Guinea U-23 pada laga playoff Olimpiade 2024 di Stade Pierre Pibarot, Prancis, Kamis (9\/5\/2024) malam WIB. Sebab, keputusan wasit merugikan Garuda Muda. Francois Letexier dianggap kontroversial saat mengeluarkan keputusan dalam laga krusial, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-1510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1510"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpublik.online\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}